alexametrics

Memajukan Sains dan Dukung Ilmuwan Perempuan Indonesia, L'Oreal Danai 4 Penelitian Ini

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Memajukan Sains dan Dukung Ilmuwan Perempuan Indonesia, L'Oreal Danai 4 Penelitian Ini
Ilustrasi ilmuwan perempuan. [Pixabay/Antara]

Ada empat ilmuwan perempuan Indonesia yang telah merencanakan penelitian demi keberlanjutan dan menyelamatkan kehidupan organisme di bumi.

Suara.com - Sains berkontribusi dalam menyelamatkan kehidupan di bumi, baik untuk kehidupan manusia, flora maupun fauna. Hal ini terbukti dalam pembuatan vaksin Covid-19, yang saat ini sudah diberikan kepada sebagian besar orang di dunia.

Memperingati Hari Sains Sedunia untuk Kedamaian dan Pembangunan pada Rabu (10/11/2021), L’Oréal Indonesia mengumumkan empat ilmuwan perempuan muda terpilih untuk dianugerahi National Fellowship 2021.

Keempat ilmuwan tersebut telah merencanakan penelitian berdasar inovasi demi keberlanjutan dan menyelamatkan kehidupan organisme di bumi.

L’Oréal Indonesia mengatakan bahwa mereka percaya akan pentingnya memajukan sains dan mendukung ilmuwan perempuan melalui berbagai programnya, termasuk pendanaan riset L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS).

Baca Juga: Lembaga Penelitian Inggris Pelajari Dampak Jangka Panjang Covid-19 pada Ibu Hamil

"Sebagai perusahaan berbasis sains, kami ingin berkontribusi memajukan dan mendorong kesetaraan gender di dunia sains sehingga lebih banyak lagi ilmuwan perempuan Indonesia berkarya,” jelas Direktur Komunikasi, Hubungan Publik dan Keberlanjutan, L’Oréal Indonesia Melanie Masriel.

Keempat pemenang National Fellowship 2021 L'Oreal
Keempat pemenang National Fellowship 2021 L'Oreal

Melanie berharap keempat pemenang program tersebut dapat mewujudkan rencana penelitian mereka yang dinilai menginspirasi serta patut menjadi role model generasi muda Indonesia, khususnya yang terjun di dunia sains.

Ketua National Fellowship 2021 L’Oréal Indonesia, Endang Sukara mengumumkan keempat ilmuwan perempuan tersebut adalah:

  • Febty Febriani dari Peneliti di Pusat Riset Fisika – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan inovasinya mengembangkan early warning system prakiraan kejadian gempa dan memetakan heterogenitas kerak bumi Indonesia.
  • Fransiska Krismastuti dari Peneliti di Pusat Riset Kimia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berinovasi memanfaatkan limbah limbah galvanisasi untuk menyembuhkan luka kronis akibat diabetes.
  • Magdalena Lenny Situmorang dari Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung, yang ingin menyelamatkan kehidupan udang dengan menjaga ekosistem perairan guna meningkatkan keberlanjutan industri udang serta kesehatan manusia.
  • Peni Ahmadi dari Peneliti di Pusat Riset Bioteknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang akan memanfaatkan biota laut Indonesia untuk menyelamatkan perempuan dari kanker payudara.

Melanie mengatakan keempat penelitian tersebut dapat menjadi 'alarm' bagi kita smeua untuk mulai ikut berkontribusi menjawab permasalahan dan tantangan dunia.

Baca Juga: Penelitian Inggris Ini Membuktikan Vaksin HPV Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Komentar