Antara Virus dan Bakteri, Mana yang Bisa Menyebabkan Pneumonia Parah?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 17 November 2021 | 18:51 WIB
Antara Virus dan Bakteri, Mana yang Bisa Menyebabkan Pneumonia Parah?
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Suara.com - Spesialis Paru Konsultan Erlina Burhan mengatakan bahwa insiden kejadian pneumonia cukup tinggi, terutama di kalangan orang lanjut usia (lansia) dan anak di bawah usia lima tahun (balita).

"Ternyata insiden kejadian pneumonia cukup tinggi, terutama pada lansia dan anak di bawah lima tahun," jelas Erlina dalam konferensi pers Hari Pneumonia Sedunia dan Hari PPOK Sedunia, Rabu (17/11/2021).

Lansia mudah terkena pneumonia dan akan sulit sembuh. Angka kematian pada lansia akibat kondisi ini pun lebih tinggi daripada orang muda.

Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi, bisa karena virus, bakteri, maupun jamur.

Apabila dibandingkan, antara pneumonia bakterial dan pneumonia virus, mana yang lebih parah? Menurut Erlina, semua itu tergantung pada jenis virus atau bakteri yang menginfeksi.

Orang Sakit.  (Pixabay.com)
ilustrasi pneumonia. (Pixabay.com)

"(Misalnya) pneumonia yang disebabkan virus SARS-CoV-2 yang punya virulensi tinggi, bisa bereplikasi secara luar biasa, maka bisa parah. Sementara jika disebabkan human coronavirus, maka penyakitnya ringan," jelasnya.

Namun, Erlina mengingatkan bahwa pneumonia bakteri juga tidak bisa dikatakan ringan.

"Jika menyerang orang tua, maka kemampuan sistem imun mereka yang rendah bisa menyebabkan penyakit parah. Akibatnya bisa menjadi sepsis, menyebar ke pembuluh darah, dan mengakibatkan disfungsi multi organ, lalu menyebabkan kegagalan banyak organ," sambungnya.

Jadi, ada tiga yang menjadi faktor keparahan pneumonia, yakni inang, kuman dan lingkungannya.

Erlina menyarankan agar selalu menjaga gaya hidup sehat sehingga tidak mudah terinfeksi bakteri maupun virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Hari Pneumonia Sedunia, Dokter Ingatkan Risikonya bagi Lansia dan Balita

Peringati Hari Pneumonia Sedunia, Dokter Ingatkan Risikonya bagi Lansia dan Balita

Health | Rabu, 17 November 2021 | 17:07 WIB

Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Health | Senin, 15 November 2021 | 10:05 WIB

Hari Pneumonia Sedunia: Mudah Terpapar, Lansia Sangat Dianjurkan Segera Vaksin Pneumonia

Hari Pneumonia Sedunia: Mudah Terpapar, Lansia Sangat Dianjurkan Segera Vaksin Pneumonia

Health | Jum'at, 12 November 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB