3 Penyebab Kesemutan di Lengan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 22 November 2021 | 15:43 WIB
3 Penyebab Kesemutan di Lengan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Ilustrasi kesemutan. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir setiap orang pasti pernah mengalami kesemutan di lengan. Beberapa orang bahkan mengalami kesemutan yang diiringi rasa terbakar, sakit, dan lemas.

Kesemutan sendiri disebabkan adanya kesalahan pada sistem saraf.

"Sensasi ini biasanya disebabkan saraf yang teriritasi," ujar Daniel Gittings, Ahli Bedah Ortopedi Hoag Orthopaedic Institute, mengutip Insider, Senin (22/11/2021).

Berikut ini penyebab tubuh kesemutan dan cara menanganinya, yang perlu diketahui:

1. Anggota tubuh tidak bergerak atau 'tertidur'
Akibat tubuh yang mendapatkan beban berat, seperti bertumpu, akan merasa seperti ditusuk jarum saat bergerak, kondisi ini disebut dengan paresthesia sementara.

Kondisi ini disebabkan karena adanya tekanan pada saraf, sehingga tidak bisa memberi sinyal dengan baik ke otak. Lalu saat tekanan hilang, maka sinyal yang dikirimkan jadi tak menentu, dan jadilah kesemutan.

Cara menanganinya, bisa dengan mulai bergerak, yang akan mengurangi tekanan, dan sensasi geli dan kesemutan hanya dirasakan selama beberapa saat saja.

2. Radikulopati atau saraf terjepit
Kondisi ini terjadi karena adanya saraf terjepit, yang biasanya ada di sumsum tulang belakang, yang bisa menyebabkan berbagai gejala termasuk kesemutan.

Seiring waktu, kesemutan berubah jadi mati rasa dan tubuh lemah di daerah yang terdampak. Kondisi ini bisa didiagnosis melalui pencitraan seperti x-ray atau MRI.

Cara mengatasinya, biasanya pada beberapa kasus saraf saraf terjepit akan sembuh dengan sendirinya. Tapi biasanya dokter akan merekomendasikan terapi fisik atau pembedahan untuk pengobatan.

3. Carpal tunnel syndrome
Sindrom terowongan karpal adalah penyebab yang sangat umum dari kesemutan di tangan.

Biasanya, kesemutan disertai dengan rasa sakit, mati rasa, dan tubuh lemah, tetapi biasanya hanya di satu tangan. Ini mempengaruhi semua jari, kecuali kelingking.

Carpal tunnel syndrome adalah jenis saraf terjepit tertentu. Kondisi ini terjadi ketika saraf median, salah satu dari tiga saraf utama di lengan, terjepit di area pergelangan tangan yang disebut terowongan karpal.

Kondisi ini bisa lebih buruk di pagi hari, bahkan tiga kali lebih berisiko terjadi pada perempuan, dan dapat meningkat pada orang yang sedang hamil atau menyusui.

Cara mengatasinya, kondisi ini harus mendapat perawatan dokter untuk menghilangkan tekanan di saraf median, sehingga mengirimkan sinyal neurologis yang normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Gejala Serangan Jantung Ringan, dari Sendawa hingga Mulas!

Waspadai Gejala Serangan Jantung Ringan, dari Sendawa hingga Mulas!

Health | Kamis, 11 November 2021 | 11:04 WIB

Gejala Kekurangan Vitamin D, Waspadai Sensasi Kesemutan pada Kaki dan Tangan!

Gejala Kekurangan Vitamin D, Waspadai Sensasi Kesemutan pada Kaki dan Tangan!

Health | Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:30 WIB

Waspadai 4 Gejala Kolesterol Tinggi, Salah Satunya Sakit di Rahang

Waspadai 4 Gejala Kolesterol Tinggi, Salah Satunya Sakit di Rahang

Health | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 12:45 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB