alexametrics

Begini Efek Samping Kemoterapi yang Sering Dialami Pasien Kanker Paru

Vania Rossa | Lilis Varwati
Begini Efek Samping Kemoterapi yang Sering Dialami Pasien Kanker Paru
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

Efek samping kemoterapi bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis obat yang digunakan dan juga respon tubuh pasien.

Suara.com - Kemoterapi menjadi salah satu pilihan pengobatan pasien kanker paru, terutama yang sudah mencapai stadium lanjut. Namun, seiring proses pengobatan dilakukan, terdapat pula berbagai efek samping.

Anggota Pokja Onkologi Toraks Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Sita Laksmi, PhD., Sp.P(K)., mengatakan bahwa efek samping kemoterapi yang dialami pasien kanker bisa berbeda-beda. Karena tergantung dari jenis obat yang digunakan juga respon tubuh pasien.

"Efek samping untuk pengobatan kemoterapi memang mual, muntah, sel darah juga turun. Kemudian kerontokan rambut. Ada beberapa obat yang menyebabkan kerontokan rambut, ada beberapa yang tidak menyebabkan kerontokan. Tiap individual pasti berbeda," kata dokter Sita dalam webinar LungTalk, Selasa (23/11/2021).

Efek samping juga bisa berbeda dari proses pengobatan yang lain. Seperti pengobatan dengan terapi target, dokter Sita mengatakan, efek samping yang terjadi bisa menyebabkan stres, muncul jerawat, hingga luka pada kuku atau yang dikenal cantengan.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Paru, Begini Gejalanya, Cegah Sebelum Stadium Lanjut

Terapi target dilakukan dengan menarget langsung sel kanker menggunakan obat atau zat lainnya untuk menghalangi sinyal kimia di tingkat sel, di mana pertumbuhan dan pembelahan sel kanker terjadi.

Selain itu, pengobatan dengan imunoterapi juga bisa menyebabkan efek samping berbeda lainnya.

"Untuk imunoterapi efek sampingnya autoimun. Artinya sel yang sehat terserang, yang paling sering adalah diare. Atau yang berat adalah radang paru, itu bisa terjadi pada target terapi maupun imunoterapi," jelasnya.

Diakui dokter Sita bahwa bukan hal mudah menjalani berbagai pengobatan bagi pasien kanker. Akan tetapi, pengobatan harus tetap dilakukan agar penyakit yang dialami tidak makin parah.

"Harus tetap semangat lakukan terapi yang paling bisa untuk memulihkan kondisi," pungkasnya.

Baca Juga: Banyak Merenggut Nyawa, Kenali 3 Jenis Kanker yang Paling Mematikan

Komentar