Jangan Abaikan Nyeri Dada pada Anak, Ini Bahayanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 29 November 2021 | 08:00 WIB
Jangan Abaikan Nyeri Dada pada Anak, Ini Bahayanya!
Ilustrasi anak-anak (getty images/christopher futcher)

Suara.com - Anak sering kali sulit menggambarkan rasa sakit yang dikeluhkannya. Tapi, jangan abaikan ketika anak-anak mengeluhkan rasa sakit atau nyeri dada yang membuat mereka menangis.

Dr Ramakanta, Panda, ahli bedah toraks kardiovaskular, Managing Direstor & Vice Chairman, Asian Heart Institute, Mumbai menyarankan orangtua untuk segera mencuri bantuan medis ketika anak-anak mengeluhkan nyeri dada.

Sebenarnya, sebagian besar nyeri dada tidak berbahaya. Penyebabnya bisa berkaitan dengan kulit, tulang, saluran makanan, ketegangan otot, saraf terkompresi atau paru-paru.

Jika anak mengalami nyeri dada yang berlangsung selama beberapa detik atau berjam-jam, maka itu mungkin tidak berhubungan dengan jantung dan tak perlu dikhawatirkan.

Nyeri dada juga bisa terjadi selama latihan fisik dan berlangsung lebih lama atau setelah istirahat hilang itu perlu diwaspadai. Bahkan menangis keras juga bisa menjadi salah satu bentuk olahraga kecil bagi anak-anak, yang bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan membutuhkan lebih banyak darah untuk dipompa.

Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Dalam kondisi ini, seorang anak bisa mengalami nyeri dada bila memiliki cacat lahir pada jantung. Sedangkan, nyeri dada terkait jantung pada anak-anak tidak terlalu umum.

Meski begitu, diagnosis yang terlambat bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami nyeri dada yang berhubungan dengan jantung dan segera konsultasi dengan dokter.

"Jika anak mengalami cacat lahir pada jantung, perawatannya tergantung pada tingkat keparahannya. Ada cacat jantung yang bisa diatasi secara konservatif dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, tetapi juga ada yang membutuhkan tindakan bedah," kata Dr Panda dikutip dari Times of India.

Ada dua situasi yang bisa menggambarkan anak mengalami cacat lahir pada jantung, antara lain:

1. Arteri asal yang lebih tinggi

Alih-alih posisi normalnya, arteri berasal dari sudut yang lebih tinggi menjadi tertekuk saat melebar karena olahraga atau aktivitas berat.

2. Arteri yang mengambil jalur salah

Arteri ditempatkan secara salah di antara aorta dan arteri pulmonalis. Oleh karena itu, arteri coroner akan terkompresi dan menyebabkan nyeri dada ketika olahraga atau menangis.

Jika nyeri dada muncul selama aktivitas fisik dan berlangsung lama, seseorang harus segera konsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyarankan CT scan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fungsi Jantung Bisa Lemah, Ini Akibatnya Makan Daging Olahan dan Merah

Fungsi Jantung Bisa Lemah, Ini Akibatnya Makan Daging Olahan dan Merah

Jogja | Jum'at, 26 November 2021 | 13:52 WIB

Kondisi Kuku Bisa Deteksi Kolesterol Tinggi, Cek Tanda-tandanya Sekarang

Kondisi Kuku Bisa Deteksi Kolesterol Tinggi, Cek Tanda-tandanya Sekarang

Health | Jum'at, 26 November 2021 | 13:48 WIB

Jangan Asal Minum Aspirin, Studi Sebut Bisa Tingkatkan Risiko Gagal Jantung

Jangan Asal Minum Aspirin, Studi Sebut Bisa Tingkatkan Risiko Gagal Jantung

Health | Kamis, 25 November 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB