Prof Ari Ajak Instansi Pendidikan Lakukan Riset Bantu Lacak Varian Corona Terbaru

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 07 Desember 2021 | 11:56 WIB
Prof Ari Ajak Instansi Pendidikan Lakukan Riset Bantu Lacak Varian Corona Terbaru
Ilustrasi peneliti lacak virus corona varian baru

Suara.com - Dekan Fakultas Kedoktetan Universitas Indonesia atau FKUI, Prof Ari Fahrial Syam mengajak setiap institusi pendidikan kedokteran agar aktif melakukan riset whole genome sequencing untuk deteksi berbagai varian Covid-19.

Prof Ari menyampaikan bahwa riset adalah cara penting untuk menemukan varian baru dari virus corona secara cepat dan mencegah penularan lebih luas.

"Begitu pentingnya suatu institusi pendidikan kedokteran apalagi yang memang melakukan kegiatan riset biomolekuler, untuk juga mempunyai fasilitas dalam rangka pelaksanaan whole genome sequencing," kata Profesor Ari, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, 'Apa Kata Dokter Ari', Selasa (7/12/2021).

"Apalagi di era pandemi Covid-19 saat ini kita perlu tetap melakukan surveilans khususnya untuk mendeteksi adanya varian-varian baru yang beredar di tengah masyarakat," imbuhnya.

Fasilitas whole genome sequencing yang dimiliki FKUI juga tidak hanya dimanfaatkan untuk mendeteksi virus Covid-19.

Prof Ari mengatakan bahwa FKUI juga melakukan riset whole genome sequencing terkait bakteri salmonella typhosa dan mendeteksi berbagai macam genome pada kanker payudara.

"Oleh karena itu, kami berharap dukungan dari semua pihak agar aktivitas whole genome sequencing bisa didukung penuh, khususnya untuk pandemi dalam rangka mendeteksi varian-varian baru yang beredar di tengah masyarakat," pungkasnya.

Whole genome sequencing merupakan kegiatan pengurutan genom (struktur) virus yang menyebar dan menginfeksi beberapa orang dalam satu wilayah. Riset tersebut juga dilakukan dalam mendeteksi virus corona varian Omicron yang baru ditemukan beberapa pekan lalu.

Kementerian Kesehatan juga berjanji akan meningkatkan kapasitas whole genome sequencing dalam upaya mengantisipasi penyebaran varian Omicron tersebut di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa whole genome sequencing akan dilakukan terhadap spesimen atau sampel yang dinyatakan positif Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Masih Menakutkan, Saham-saham Asia Naik Tipis

Varian Omicron Masih Menakutkan, Saham-saham Asia Naik Tipis

Surakarta | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:47 WIB

Kemarin Lampung Nihil Kasus COVID-19

Kemarin Lampung Nihil Kasus COVID-19

Lampung | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:31 WIB

Nyamar Jadi Satgas COVID-19, Begal di Kota Banjar Lempar Korbannya ke Sawah

Nyamar Jadi Satgas COVID-19, Begal di Kota Banjar Lempar Korbannya ke Sawah

Jabar | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:15 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB