facebook

Minum Air Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Paling Baik?

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Minum Air Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Paling Baik?
ilustrasi minum air sebelum makan. (pexels/Daria Shevtsova)

Banyak orang berdebat mengenai kebiasaan minum sebelum atau sesudah makan, mana yang paling baik untuk kesehatan?

Suara.com - Sebagian orang meyakini bahwa sebaiknya kita tidak minum air selama makan karena dapat memengaruhi sistem pencernaan. Benarkah?

Dr. Vipul Rustgi, MBBS MD Medicine, konsultan dokter sekaligus ahli diabetes dari Apollo Spectra di Delhi, menjelaskan manfaat dan efek samping minum air sebelum, selama, dan setelah makan.

Dilansir dari HealthShots, dokter Vipul menyebut bahwa minum air sebelum makan sesungguhnya bisa memperlancar proses pencernaan.

Lalu, mengenai minum di tengah proses makan, dokter Vipul juga menyebut bahwa cairan dapat membantu memecah makanan sehingga tubuh menyerap nutrisi dengan cara yang tepat.

Baca Juga: Orang Sakit Jantung Ternyata Harus Kurangi Minum Air, Kenapa?

Tidak hanya itu, air juga membantu melunakkan tinja, yang pada gilirannya akan mencegah sembelit. Hal ini akan mencegah Anda dari kembung, sehingga membantu dalam proses pencernaan.

Selain itu, minum air di antara proses makan juga membantu Anda untuk berhenti sejenak mengunyah, memberi Anda waktu untuk memeriksa sinyal lapar dan kenyang Anda. Sehingga, minum air sebelum dan saat makan bisa membantu menurunkan berat badan.
“Air membuat Anda merasa kenyang, dan Anda tidak akan makan berlebihan, serta mampu mempertahankan berat badan yang optimal,” kata dokter Vipul.

lalu, adakah efek samping minum air putih sebelum makan?

Ya, ada! Minum air sebelum makan dapat menciptakan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan, yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tapi, praktik ini ternyata juga dapat meningkatkan jumlah insulin dalam tubuh seseorang, lho.

Dokter Vipul mengatakan, “Minum air saat Anda makan dapat meningkatkan kadar insulin, seperti halnya makanan dengan glikemik tinggi. Ini terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna makanan dengan baik dan mengubah bagian yang mengandung glukosa dari makanan itu menjadi lemak dan menyimpannya.”

Baca Juga: Curhat Ibu Ketagihan Minum Air Seni 5 Gelas Sehari, Sebut Rasanya Mirip Sampanye

Proses ini kemudian meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, dan seseorang mungkin mengalami kadar gula darah tinggi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar