Ketua IDI Akui Layanan Kesehatan Indonesia Belum Bisa Mandiri

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 23 Desember 2021 | 07:26 WIB
Ketua IDI Akui Layanan Kesehatan Indonesia Belum Bisa Mandiri
Ketua IDI, dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Daeng M Faqih akui layanan kesehatan Indonesia belum mandiri.

Hal ini, kata Daeng, terlihat dari penelitian dan riset kesehatan yang sangat rendah dibanding negara lain.

Bahkan sebut Daeng, Indonesia harus lebih dulu melihat apa yang sudah dilakukan negara lain untuk bisa melakukannya.

"Dipraktikan di beberapa negara baru kemudian kita mengikuti. Demikian juga alat-alat kesehatan dan obat, yang diperlukan layanan kesehatan, sama sekali kita tidak mandiri," ujar Daeng dalam konferensi pers Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) bersama Kalbe, Rabu (22/12/2021).

Sehingga solusi dari masalah ini, kata Daeng, yaitu dengan membangun budaya dan semangat riset untuk semua dokter dan peneliti di bidang kesehatan.

Setelah budaya riset ini terbangun, lalu terobosan di bidang kesehatan otomatis akan bermunculan, dan Daeng yakin selanjutnya Indonesia bisa jadi negara mandiri di bidang layanan kesehatan.

"Dengan terobosan riset ke depan inovasi dan kemandirian itu seharusnya bisa didorong, tapi langkah awal ini yang kita lakukan berkolaborasi dengan Kalbe Farma di tahun ketiga," tuturnya,

Perlu diketahui, untuk ketiga kalinya PT Kalbe Farma Tbk dan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan program Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI IDI-KALBE).

AKCDI IDI-KALBE adalah program pemberian anugerah penghargaan kepada Dokter Indonesia yang telah meneliti, berdedikasi dan bekerja keras menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan.

Program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama Kalbe dengan Lembaga Riset IDI, untuk mengembangkan penelitian kesehatan khususnya bagi dokter di Indonesia, dengan topik yang jadi perhatian tahun ini adalah evidence based case report (EBCR).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Timnas Indonesia Di Piala AFF 2020 Bikin Kaget Pelatih Singapura: Di Luar Dugaan

Kualitas Timnas Indonesia Di Piala AFF 2020 Bikin Kaget Pelatih Singapura: Di Luar Dugaan

Bola | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:15 WIB

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Shin Tae-yong: Pemain Kelelahan

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Shin Tae-yong: Pemain Kelelahan

Bola | Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB

Kepanjangan Tol, Lengkap dengan Sejarahnya di Indonesia, Bikin Penasaran

Kepanjangan Tol, Lengkap dengan Sejarahnya di Indonesia, Bikin Penasaran

Otomotif | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:05 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB