facebook

BPOM AS Mengizinkan 4 Jenis Obat Pil Ini untuk Menurunkan Berat Badan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
BPOM AS Mengizinkan 4 Jenis Obat Pil Ini untuk Menurunkan Berat Badan
ilustrasi obat-obatan (Shutterstock)

Selain melakukan dua usaha tersebut, ada obat pil penurun berat badan yang diizinkan untuk dikonsumsi.

Suara.com - Banyak orang ingin menurunkan berat badan. Namun terkadang membatasi asupan kalori dan olahraga kardio cukup sulit bagi mereka.

Sebenarnya, selain melakukan dua usaha tersebut, ada obat pil penurun berat badan yang diizinkan untuk dikonsumsi, lapor Insider.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyutujui penggunaan obat resep penurun berat badan jangka panjang di bawah ini, berdasarkan penelitian tentang keamanan dan efektivitasnya:

1. Liraglutide, dijual dengan nama merek Saxenda

Baca Juga: Pria Obesitas Seberat 180 Kg Jatuh Di Kamar, Damkar Turun Tangan

Tinjauan 2017 yang terbit dalam Obesity Science & Practice menemukan bahwa di lima percobaan, peserta obesitas kehilangan berat badan saat mengonsumsi liraglutide dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

Rerata, peserta yang mengonsumsi liraglutide kehilangan 5% hingga 10% berat badan. Meski beberapa peserta keluar dari uji coba karena efek samping yang merugikan termasuk mual dan muntah.

Ilustrasi obesitas. [unsplash]
Ilustrasi obesitas. [unsplash]

2. Lorcaserin, dijual dengan merek Belviq

Studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu tablet 10 miligram obat ini sebanyak dua kali sehari selama 12 minggu dapat kehilangan setidaknya 5% berat badan, jika tidak, mereka harus berhenti minum pil.

Efek samping mungkin termasuk mual, muntah, diare, sembelit, infeksi saluran kemih, sakit punggung, dan sakit kepala.

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak di Masa Pandemi Covid-19, Ini Caranya

Namun, obat resep penurun berat badan ini tidak ditujukan untuk semua orang. Dokter sering memberikan resep ini untuk mereka dengan IMT lebih dari 30kg/m2 atau mereka yang memiliki komplikasi kesehatan terkait obesitas, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.
Studi menunjukkan kemungkinan berat badan yang hilang lebih sedikit pada lorcaserin daripada liraglutide.

3. Naltrexone-bupropion, dijual dengan merek Contrave

Naltrexone dan bupropion adalah obat yang terpisah. Tetapi peneliti baru-baru ini menemukan menggabungkan keduanya dapat membantu lebih banyak penurunan berat badan daripada secara terpisah.

4. Phentermine-topiramate, dijual dengan merek Qsymia

Peengobatan ini tampaknya membantu orang menurunkan berat badan paling banyak dari lima obat. Dalam sebuah studi 2011 yang terbit di The Lancet, hampir setengah dari peserta yang mengonsumsi satu pil mengandung 15 mg phentermine dan 92 miligram topiramate setiap hari kehilangan lebih dari 10% dari total berat badan setelah 56 minggu.

Efek samping yang umum termasuk sembelit, insomnia, dan dysgeusia, indera perasa yang terdistorsi.

Komentar