Kasus Omicron Melonjak, Epidemiolog Usul Definisi Kontak Erat Pasien Covid-19 Diubah

Kamis, 06 Januari 2022 | 23:25 WIB
Kasus Omicron Melonjak, Epidemiolog Usul Definisi Kontak Erat Pasien Covid-19 Diubah
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Prediksi akan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron perlu diperhatikan dengan serius. Bukan hanya soal jumlah kasus yang akan terjadi, namun juga beban kerja tenaga kesehatan yang akan ditanggung.

Demi mengurangi beban kerja tenaga kesehatan, epidemiolog Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman menyarankan agar pemerintah mengubah definisi kontak erat dari pasien Covid-19, terutama yang terkonfirmasi varian omicron.

Jumlah orang yang melakukan kontak erat dalam kasus transmisi lokal varian omicron bisa diperkecil, dengan maksud agar tidak membebani kerja petugas tracing. Karena mengingat, kemungkinan kasus positif akibat varian omicron akan lebih banyak dari delta.

"Merespon omicron ini sangat penting karena potensi kasus infeksi yang sangat banyak, bahkan jauh lebih banyak daripada delta, itu sangat jelas," kata dokter Dicky kepada suara.com, Kamis (6/1/2022).

Ilustrasi Kontak Erat dengan Pasien Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi Kontak Erat dengan Pasien Covid-19. (Elements Envato)

"Untuk mengurangi beban bagi tenaga kesehatan, khususnya tracer, karena (kasus) akan sangat banyak dan akan terlalu banyak orang yang masuk kontak erat, sehingga saya mengusulkan, pertama kita harus redefinisi ulang kontak," imbuhnya.

Usulannya agar definisi kontak erat kasua omicron merupakan orang-orang yang sempat bertemu langsung di dalam ruang tertutup dan minimal dalam waktu 15 menit juga tidak memakai masker.

"Itu baru masuk definisi kasus kontak erat. Kemudian untuk yang seperti itu tidak perlu isolasi terpusat, karena akan banyak sekali, kita akan repot. Kalau tidak bergejala karantina saja di rumah," usulnya.

Namun, pasien varian omicron yang melakukan isoman di rumah juga tetap harus dipantau. Oleh sebab itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah membuat aplikasi baru untuk memungkinkan pasien tetap dalam pengawasan medis.

"Harus ada aplikasi karantina rumah karena ini akan banyak sekali. Dengan adanya varian omicron tidak akan efektif (jika isolasi terpusat). Ini yang harus diredefinisi," ujar dokter Dicky.

Baca Juga: Dinkes Bantul Sebut Varian Omicron Belum Ditemukan Sampai Saat Ini

Ia menekankan, berbeda lagi dengan kasus omicron yang datang dari pelancong luar negeri. Menurutnya, para pendatang tetap harus karantina terpusat di tempat yang sudah disediakan pemerintah.

"Karena karantinanya dalam rangka pengamanan ke dalam. Tapi kalau di dalam (kasus transmisi lokal), saya kira (isoman) itu lebih fleksibel untuk omicron," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI