Kasus COVID-19 Merangkak Naik di Awal Tahun, Satgas Ungkap Indikator Pengendalian Pandemi

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 07 Januari 2022 | 13:50 WIB
Kasus COVID-19 Merangkak Naik di Awal Tahun, Satgas Ungkap Indikator Pengendalian Pandemi
Ilustrasi covid-19 (pixabay.com)

Suara.com - Kasus COVID-19 kembali merangkak naik di awal tahun 2022. Menurut Satgas COVID-19, ada beberapa indikator yang memperlihatkan tren tersebut.

Satgas Penanganan COVID-19 mencermati adanya tren peningkatan pada 4 indikator yaitu kasus positif, kasus aktif, angka positivity rate keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) isolasi rumah sakit.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menegaskan data ini adalah fakta meningkatnya penularan di masyarakat terlebih adanya varian Omicron. Untuk itu, kewaspadaan bersama harus ditingkatkan dan pengendalian segera mendesak dilakukan. Mengingat kunci keberhasilan pencegahan lonjakan kasus adalah kesigapan penanganan sedini mungkin.

"Perkembangan ini sudah merupakan alarm dini. Dan sudah sepatutnya kita menetapkan target pengendalian kasus agar tetap terkendali," ujar Wiku mengutip situs resmi Satgas COVID-19.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Untuk lebih jelasnya, Wiku memaparkan perkembangan pada 4 indikator dimaksud. Pertama, tren peningkatan kasus positif dalam 14 hari terakhir. Meskipun cenderung fluktuatif, namun penambahan kasus harian meningkat hingga 404 per hari. Cukup signifikan dibandingkan data 2 minggu sebelumnya hanya 136 kasus per hari. Bahkan melihat lebih jauh lagi, terakhir penambahan kasus positif diatas 400 per hari terjadi November 2021.

Indikator kedua, tren peningkatan kasus aktif harian yang teramati dalam seminggu terakhir. Perbandingannya, pada minggu lalu jumlah kasus aktif 4.300 kasus. Namun, per 5 Januari 2022 Jumlah kasus aktif naik menjadi 4800.

Indikator ketiga, tren peningkatan angka positivity rate atau proporsi orang yang dideteksi positif dari keseluruhan orang yang dilakukan tes. Sama seperti kasus positif, tren kasus aktif harian cenderung fluktuatif. Jika pada 2 minggu lalu angka hariannya 0,07%, saat ini meningkat menjadi 0,19 persen

Indikator keempat, peningkatan angka nasional BOR isolasi di rumah sakit rujukan. Kenaikannya, konsisten dalam 14 Hari terakhir. Jika 2 minggu ketersediaan tempat tidur isolasi sebesar 1,38 persen, saat ini meningkat menjadi 3,35%.

Wiku menegaskan bahwa perkembangan ini harus segera dikendalikan saat ini juga. Karena bertambahnya orang positif akan menulari lebih banyak lagi dan berpotensi menimbulkan kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi di masyarakat. Secepatnya lakukan langkah-langkah pengendalian segera dengan memasifkan testing dan tracing serta mengoptimalkan kembali kerja posko untuk menggalakkan kedisiplinan protokol kesehatan 3M.

baca juga

Meskipun ada perkembangan kurang baik, sebaliknya ada indikator penanganan yang menunjukkan tren penurunan. Pertama angka kematian harian trennya menurun dalam 14 Hari terakhir. Walaupun masih cenderung fluktuatif. Perkembangan yang teramati pada 2 minggu lalu angkanya 8 per hari, dan saat ini menurun menjadi 4 kasus per hari. Kedua, tren penurunan angka BOR ICU dalam 10 hari terakhir. Keterisiannya dalam 10 hari kebelakang sebesar 3,95% per hari dan konsisten menurun hingga 3,23% dalam sehari.

Dengan mencermati tren peningkatan dan penurunan pada indikator-indikator tersebut, menunjukkan tingkat penularan dan jumlah orang positif tidak diikuti dengan kebutuhan perawatan dan kematian. "Hal ini menunjukkan kasus yang saat ini terjadi cenderung tidak bergejala atau bergejala ringan," imbuh Wiku.

Hal ini dapat terjadi karena 2 hal yaitu karakteristik varian Omicron yang beredar dan menginfeksi masyarakat cenderung bergejala ringan dan tanpa gejala. Lalu, terbentuknya kekebalan di masyarakat baik akibat tertular maupun yang dipicu vaksinasi. Namun fenomena ini tentu perlu untuk dipelajari lebih lanjut dengan metode penelitian yang baik dan benar sebelum dapat disimpulkan penyebabnya.

Terlepas dari itu, penting tetap berupaya menurunkan peningkatan kasus. Karena secara teori yang didukung beberapa hasil studi menyatakan potensi munculnya varian baru lebih tinggi seiring tingginya tingkat penularan. Adanya ruang bagi virus untuk menular sama dengan memberi kesempatan bermutasi menjadi varian baru.

Selain itu perlu disadari bahwa adanya keterbatasan fasilitas dan sumber daya kesehatan, serta adanya celah penularan yang meluas sama saja menempatkan kelompok rentan dalam risiko yang lebih tinggi. "Karena bukan tidak mungkin kelompok rentan tersebut adalah orang-orang terdekat yang kita cintai," pungkas Wiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

×