Ini Jenis Cidera Atlet yang Sulit Disembuhkan

Jum'at, 07 Januari 2022 | 19:09 WIB
Ini Jenis Cidera Atlet yang Sulit Disembuhkan
Ilustrasi Cidera (Pexels/cottonbro)

Suara.com - Berkarir sebagai atlet olahraga berarti memiliki risiko dan ancaman mengalami cidera.

Dikatakan Spesialis Orthopedi Eka Hospital BSD Tangerang dr. Ricky Edwin P. Hutapea, ada beberapa cidera yang patut diwaspadai saat berolahraga, yaitu cidera yang melibatkan saraf.

"Berarti berhubungan dengan cidera komponen vital. Salah satunya cidera yang ikut menciderai saraf, cidera yang ikut menciderai pembuluh darah karena bisa berakibat fatal," ujar dr. Ricky kepada Suara.com di BSD City, Tangerang, Jumat (7/1/2022).

Menurut dr. Ricky tipe cidera ini bagi atlet, sangat sulit untuk dikembalikan dan membuat atlet bisa berolahraga lagi, lantaran perlu penanganan khusus dan melibatkan berbagai disiplin ilmu medis dari dokter saraf, hingga ahli terapi.

Sedangkan cidera lainnya cenderung lebih bisa ditangani, apa saja permasalahan yang dialami sang atlet. Permasalahan cidera itulah yang diperbaiki secara perlahan.

"Tapi untuk cidera lainnya, case by case kita akan lihat, kalau seandainya mayoritas sejauh ini bisa upayakan, untuk mendekati performa sebelum cidera," tutupnya.

Sementara itu, ada beberapa cara melakukan pertolongan pertama cidera saat olahraga, saat pertandingan ataupun saat berolahraga sendiri di rumah, seperti sebagai berikut:

1. Memberikan Perlindungan
Segera hentikan aktivitas olahraga, pindah dari lokasi cidera (atau dibantu oleh orang lain yang menolong untuk dipindahkan dari lokasi cidera). Misalnya cidera saat jogging, segera dipindahkan ke tempat yang aman dan menjauhi jalanan dan keramaian.

2. Mengistirahatkan Bagian yang Cidera
Mengistirahatkan bagian tubuh yang cidera, segera berhenti olahraga dan jangan melakukan gerakan apapun pada bagian tubuh yang cidera, serta hindari memberi beban pada daerah yang cidera.

Baca Juga: Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Lakukan Kebiasaan Baik Ini

3. Pemberian Es
Es bisa mengurangi pendarahan atau pembengkakan. Caranya ambil dan letakkan ice pack atau es batu yang dibungkus handuk pada tubuh yang mengalami cidera. Kompres selama 15 hingga 20 menit selama 2 jam sekali. Proses ini bisa juga dilakukan 5 hingga 8 kali sehari, khususnya di 2 hari pertama cedera terjadi.

4. Kompresi atau Pembalutan
Lakukan pembalutan dengan perban elastis pada bagian tubuh yang mengalami cidera. Tekan luka dengan menebalkan penggunaan kassa di atas luka agar tidak terjadi pembengkakan.

5. Tinggikan Posisi Cidera
Hal ini bertujuan agar transportasi atau aliran darah kembali lancar. Diingatkan juga posisi cidera sebaiknya lebih tinggi dari dada saat berbaring.

6. Datangi Dokter
Apabila ragu dan khawatir dengan cedera yang Anda alami atau nyeri dan bengkak yang bertambah, atau nyeri dan bengkak tidak berkurang dalam 2 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI