Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:23 WIB
Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa varian Omicron bertanggung jawab atas 99,5 persen kasus virus corona Covid-19 di AS.

Secara komparatif, kasus varian Delta hanya menyumbang 0,5 persen dari kasus virus corona Covid-19 di AS.

CDC menunjukkan bahwa ada lebih dari 65 juta kasus infeksi dan lebih dari 847 ribu kematian akibat virus corona Covid-19 yang dikonfirmasi di AS.

Menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus Universitas Johns Hopkins, Amerika telah melaporkan 717.874 kasus baru dan 1.122 kematian akibat virus corona Covid-19 dalam 1 hari terakhir.

Semua ini terjadi ketika kasus rawat inap akibat virus corona Covid-19 di AS bagian timur telah menurun, terutama di wilayah pertama kali varian virus corona pertama kali muncul dan melonjak di wilayah lain.

Sebanyak 4 rumah sakit di Oklahoma City pun melaporkan sudah tidak memiliki tempat tidur untuk pasien perawatan intensif.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Pekan lalu, West Virginia melaporkan lebih dari 20.200 kasus virus corona Covid-19, yang mana 18 persen lebih tinggi dari rekor sekitar 17.100 kasus virus corona Covid-19 yang terkonfirmasi minggu sebelumnya.

Saat banyak orang berspekulasi menegnai kapan varian Omicron ini akan mencapai puncaknya. Para ilmuwan justru memperingatkan bahwa varian Omicron di AS tidak akan menjadi varian virus corona terakhir yang menjadi perhatian.

"Nampaknya, AS bisa menjadi tempat berkembang biaknya varian baru virus corona Covid-19 dan infeksi bisa berlangsung lebih lama," kata Dr. Stuart Campbell Ray, ahli penyakit menular di Universitas Johns Hopkins dikutip dari Fox News.

Sementara itu, hampir 75 persen dari populasi di AS yang memenuhi syarat untuk vaksinasi dan sisanya masih belum.

Dalam upaya mengatasi penyebaran, pemerintahan Biden mengirim tim medis ke enam negara bagian, yakni New York, New Jersey, Ohio, Rhode Island, Michigan, dan New Mexico.

CDC juga memperbarui panduan pemakaian masker, yakni mendorong orang Amerika untuk menggunakan masker N95 atau KN95 yang lebih protektif.

Biden mengatakan pemerintah AS juga berencana membuat masker berkualitas tinggi untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk masker N95.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Omicron, Dinkes Sumut Kirim Sampel 6 Kru Kapal

Antisipasi Omicron, Dinkes Sumut Kirim Sampel 6 Kru Kapal

Sumut | Rabu, 19 Januari 2022 | 11:05 WIB

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Varian Omicron Cukup Dilawan dengan Obat, Tanpa Perlu Vaksin

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Varian Omicron Cukup Dilawan dengan Obat, Tanpa Perlu Vaksin

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 10:41 WIB

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:29 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB