Jangan Sepelekan Gangguan Pencernaan, Dampaknya Bisa Ganggu Penyerapan Nutrisi dalam Tubuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:48 WIB
Jangan Sepelekan Gangguan Pencernaan, Dampaknya Bisa Ganggu Penyerapan Nutrisi dalam Tubuh
Ilustrasi sistem pencernaan manusia. [Shutterstock]

Suara.com - Sistem pencernaan memegang peranan penting dalam menentukan status kesehatan tubuh manusia. Tapi, sistem pencernaan yang terdiri dari berbagai organ itu juga rentan terkena penyakit.

Ada bermacam-macam gangguan sistem pencernaan manusia, seperti diare, sembelit atau konstipasi, gastroenteritis, keracunan makanan, tukak lambung, inflammatory bowel disease (IBD), juga intoleransi makanan.

"Dampak dari gangguan atau penyakit di saluran pencernaan, khususnya di usus, mampu menghambat penyerapan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga memberikan risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit dan tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya," kata Ahli gizi dr Arif Sabta Aji, melalui keterangan tertulisnya kepada suara.com, Selasa (25/1/2022).

Menurut dokter Arif, intoleransi makanan menjadi salah satu gangguan sistem saluran pencernaan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Gangguan intoleransi makanan sebenarnya respons sistem pencernaan manusia ketika ada makanan atau minuman yang tidak dapat dicerna masuk ke dalam tubuh.

Ilustrasi sakit perut (pixabay)
Ilustrasi sakit perut (pixabay)

Dokter Arif menjelaskan bahwa intolerasi makanan berbeda dengan alergi makanan. Karena pada kasus alergi makanan, sistem kekebalan tubuh manusia akan bereaksi dan melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, termasuk makanan atau minuman.

Sedangkan, intoleransi makanan merupakan ketidak mampuan tubuh mencerna salah satu zat yang terkandung pada makanan atau minuman tertentu. Contohnya, intolerasi laktosa yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

“Kasus intoleransi laktosa banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan pada tingkat Asia, memiliki kecenderungan lebih berisiko untuk mengalami intoleransi laktosa. Diperkirakan di Asia Tenggara termasuk Indonesia, sekitar 80% penduduknya mengalami intoleransi laktosa," kata dokter Arif.

Seseorang yang mengalami imtoleransi laktosa berarti ususnya tidak mampu mencerna laktosa dari susu sapi disebabkan tidak adanya enzim laktase untuk mencerna dan mengubah laktosa menjadi bentuk lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

“Banyak sekali gejala yang ditimbulkan dari intoleransi laktosa terhadap fungsi pencernaan dan kesehatan manusia. Seperti perut kembung, sakit perut, diare, dan muntah. Kondisi tersebut sering dialami penderita intoleransi laktosa selama 30 menit sampai dua jam setelah konsumsi susu," ujarnya.

Baca Juga: Konsumsi Kopi Ubah Mikrobiota Usus, Apa Dampaknya Pada Tubuh?

Apabila kondisi itu terus bertahan lama, tentu tubuh akan mengalami kelelahan dikarenakan gejala yang ditimbulkan ketika mengalami intoleransi laktosa. Sehingga tubuh juga tidak optimal dalam menyerap zat gizi lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI