Waspadai Air Kencing Berbusa, Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Gagal Ginjal

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 27 Januari 2022 | 20:06 WIB
Waspadai Air Kencing Berbusa, Ternyata Bisa Jadi Tanda Penyakit Gagal Ginjal
Ilustrasi buang air kecil (shutterstock)

Suara.com - Ada banyak tanda peringatan yang diberikan tubuh ketika Anda sedang tidak sehat atau menderita penyakit tertentu.

Salah satunya, penyakit diabetes yang perlu diperhatikan setiap gejalanya. Bila penyakit ini tidak terkontrol dengan baik, tentu akan berdampak pada bagian tubuh lainnya.

Anda perlu tahu bahwa kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal seiring waktu hingga menimbulkan penyakit baru.

Sedangkan, ginjal sangat berperan penting dalam menyaring limbah dari darah Anda. Jika organ tubuh ini terpengaruh, Anda bisa mengalami kerusakan ginjal dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Pada gilirannya, kondisi ini bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan tubuh lainnya. Anda bisa mewaspadai tanda-tandanya pada air kencing.

Ilustrasi Buang Air Kecil. (pixabay)
Ilustrasi Buang Air Kecil. (pixabay)

Konsultan urolog di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Dr Richard Viney mengatakan air kencing yang berbusa salah satu kondisi yang perlu diperhatikan.

"Sama halnya dengan cairan tubuh lain, aliran yang kuat mengakibatkan agitasi menyentuh permukaan yang menyebabkan udara bercampur, sehingga menyebabkan air kencing berbuih atau berbusa," kata Dr Richard, dikutip dari The Sun.

Urine berbusa bisa jadi hal yang wajar bila ada sisa pembersih toilet di kloset. Tapi, urine berbusa akibat kelebihan protein itulah yang perlu diwaspadai.

"Protein tidak boleh masuk ke urine, karena ginjal dirancang untuk menyaringnya. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, maka protein akan hilang dalam urin dan ini merupakan indikator gagal ginjal," katanya.

baca juga

Penyebab umum gagal ginjal termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi. Hilangnya protein dari darah berarti air akan berpindah dari darah ke jaringan yang menyebabkan edema (pembengkakan) sehingga akan mengendap di sekitar pergelangan kaki dan panggul.

Berikut ini, tanda-tanda lain dalam urine yang perlu diwaspadai, termasuk urine berbau, urine berwarna keruh dan darah dalam air kencing.

Sedangkan, gejala lain yang menandakan Anda menderita diabetes termasuk:

  1. Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  2. Sering haus
  3. Mudah lelah
  4. Berat badan turun tanpa alasan
  5. Gatal pada alat kelamin
  6. Luka yang tidak sembuh-sembuh
  7. Penglihatan kabur

Gejala tersebut disebabkan oleh tingginya kadar glukosa yang tersisa dalam darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Tanda-tanda ini umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Urin Kamu Sekarang, Air Kencing Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Gagal Ginjal

Cek Urin Kamu Sekarang, Air Kencing Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Gagal Ginjal

Health | Kamis, 27 Januari 2022 | 11:55 WIB

70 Persen Penyakit Diabetes Melitus Orang Tua Bisa Menurun ke Anak, Cegah Dengan Hidup Sehat

70 Persen Penyakit Diabetes Melitus Orang Tua Bisa Menurun ke Anak, Cegah Dengan Hidup Sehat

Sulsel | Rabu, 26 Januari 2022 | 14:20 WIB

5 Makanan yang Aman di Konsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Makanan yang Aman di Konsumsi oleh Penderita Diabetes

Your Say | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:39 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×