Saat Kasus Covid-19 di Dunia Mulai Turun, Indonesia Justru Capai Rekor Harian

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 18 Februari 2022 | 07:05 WIB
Saat Kasus Covid-19 di Dunia Mulai Turun, Indonesia Justru Capai Rekor Harian
Ilustrasi Covid-19 (Foto oleh cottonbro dari Pexels)

Suara.com - Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat kasus positif Covid-19 di dunia turun hingga 19 persen dalam seminggu terakhir. Tetapi, penurunan belum diikuti jumlah angka kematian.

Dalam laporan mingguannya WHO menyebut ada lebih dari 16 juta kasus baru Covid-19 dan sekitar 75.000 kematian di seluruh dunia akibat Covid-19 pada pekan lalu.

Pasifik Barat menjadi satu-satunya wilayah yang melaporkan peningkatan kasus mingguan, sekitar 19 persen. Sementara total kasus di Asia Tenggara dilaporkan menurun sekitar 37 persen. 

Terjadi peningkatan jumlah kematian sebesar 38 persen di Timur Tengah dan sekitar sepertiga di Pasifik Barat.

Rusia menjadi negara dengan jumlah kasus baru Covid-19 terbanyak dalam sepekan, memimpin lonjakan infeksi di Eropa Timur yang berlipat ganda dalam beberapa pekan terakhir akibat paparan varian Omicron.

Dikutip dari Fox News, WHO mengatakan bahwa kasus positif semua varian virus corona, termasuk alfa, beta, dan delta, terus menurun secara global karena dominasi Omicron. 

Di sisi lain, meski secara global dan Asia Tenggara kasus positif menunjukkan tren penurunan, Indonesia justru mengalami rekor jumlah infeksi harian. 

Dalam dua hari terakhir, Satgas Penanganan Covid-19 RI melaporkan kasus positif Indonesia di atas 60 ribu per hari. Rekor kasus positif harian tertinggi selama pandemi terjadi pada 16 Februari 2022 dengan jumlah 64.718 kasus. 

Sedangkan per 17 Februari 2022, kasus positif Covid-19 d Indonesia tercatat bertambah 63.956 kasus.

baca juga

Dalam sepekan terakhir, total kasus baru Covid-19 di Indonesia mencapai 339.110 kasus, tertinggi di Asia Tenggara.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan bahwa lonjakan kasus positif di Indonesia memang seringkali terlambat dibandingkan negara lain.

Sehingga, ketika kasus positif secara global telah mulai turun, Indonesia justru baru alami peningkatan jumlah infeksi.

"Hal ini dapat terjadi salah satunya karena Indonesia menerapkan kebijakan karantina serta entry dan exit tes bagi pelaku perjalanan internasional secara ketat, bahkan sejak terjadinya lonjakan kasus. Sehingga Indonesia berhasil menunda investasi kasus lebih lama dibandingkan negara lain," kata prof. Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/2/2022).

Wiku menyebutkan bahwa kasus positif secara global telah turun 60 persen dari puncak gelombang sebelumnya. Sementara Indonesia justru terus mengalami kenaikan hingga mencapai 200 kali lipat dari titik terendahnya sepanjang pandemi.

Wiku menambahkan, lonjakan kasus positif virus corona juga masih terjadi di beberapa negara lain di Asia. Di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Hongkong. Baru sebagian kecil yang telah menunjukkan tren penurunan kasus positif, seperti Jepang dan Filipina.

"Data menunjukkan bahwa hanya negara dengan masyarakat yang disiplin menjalankan protokol kesehatan, apapun kebijakan yang ditetapkan, yang akhirnya berhasil turun dari puncak kasus," ucap Wiku.

Ia menekankan bahwa apapun jenis varian virus corona, kebijakan dan protokol kesehatan akan selalu diterapkan dengan disiplin agar penularan bisa diminimalisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Bikin Kebiasaan Sarapan Gen Z dan Milenial Ikut Berubah,Begini Datanya!

Pandemi Bikin Kebiasaan Sarapan Gen Z dan Milenial Ikut Berubah,Begini Datanya!

Health | Kamis, 17 Februari 2022 | 22:11 WIB

Studi Israel Ungkap Kaitan Kekurangan Vitamin D dengan Tingkat Keparahan Sakit Covid-19

Studi Israel Ungkap Kaitan Kekurangan Vitamin D dengan Tingkat Keparahan Sakit Covid-19

Health | Kamis, 17 Februari 2022 | 22:07 WIB

Kasus Covid-19 di Bantul Melonjak, Ratusan Kalurahan Belum Punya Program Jaga Warga

Kasus Covid-19 di Bantul Melonjak, Ratusan Kalurahan Belum Punya Program Jaga Warga

Jogja | Kamis, 17 Februari 2022 | 21:43 WIB

Terkini

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB