Rekor Tertinggi Gelombang Omicron! 257 Pasien Meninggal Akibat Covid-19, Indonesia Sedang Menuju Puncak Kematian?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Selasa, 22 Februari 2022 | 17:35 WIB
Rekor Tertinggi Gelombang Omicron! 257 Pasien Meninggal Akibat Covid-19, Indonesia Sedang Menuju Puncak Kematian?
Petugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Indonesia mencatat rekor kematian akibat Covid-19 tertinggi sejak omicron ditemukan di Indonesia. Hari ini, Selasa, (22/2/2022), Kementerian Kesehatan mencatat 257 kematian akibat Covid-19 baru.

Angka kematian tertinggi sebelumnya tercatat pada Jumat, (18/2/2022), dengan 216 kasus pasien meninggal. Dalam rapat evaluasi PPKM beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga memperdiksi bahwa sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami puncak kematian.

Hal itu berdasarkan prediksi lima daerah yang telah mencapai puncak kasus Covid-19 gelombang omicron. Meski demikian, lanjut Menkes berdasarkan perbandingan dengan negara-negara lain, bahwa puncak angka kematian biasa terjadi 15-20 hari dari puncak kasus.

"Kami juga mengamati yang meninggal itu banyak yang belum divaksin atau vaksinasi baru sekali, komorbid dan lansia. Sehingga kami ulangi lagi terus-menerus untuk segera divaksin. Vaksinasinya juga harus lengkap minimal dua kali dan kalau ada teman-teman yang lansia didorong agar segera cepat divaksin," jelas dia.

Pemakaman Covid 19
Pemakaman Covid 19

Sebelumnya, menurut data Minggu (13/2/2022), Kemenkes mencatat sudah ada 1090 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia. Dari 1090 pasien yang meninggal diketahui 68  di antaranya belum divaksinasi lengkap. Vaksinasi lengkap dua dosis menjadi salah satu upaya mencegah pasien untuk penderita gejala berat hingga risiko kematian akibat terinfeksi COVID-19.

“Dari data 1090 pasien yang meninggal hingga minggu (13/2), 68 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap, 76 persen usianya lebih dari 45 tahun, 49 persen masuk golongan lanjut usia, dan 48 persen memiliki komorbid. Kembali kami mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lanjut usia, untuk segera melengkapi vaksinasi karena vaksinasi telah terbukti mampu melindungi kita dari risiko gejala berat hingga kematian akibat terpapar COVID-19. Tidak ada lagi alasan kita untuk tidak mau divaksinasi melihat data-data yang ada,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI