facebook

Fakta Terbaru! RS Persahabatan Ungkap Banyak Pasien Covid-19 yang Dirawat Ternyata Sudah Vaksinasi

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Fakta Terbaru! RS Persahabatan Ungkap Banyak Pasien Covid-19 yang Dirawat Ternyata Sudah Vaksinasi
Rumah Sakit Persahabatan. [Antara/Andi Firdaus]

Vaksinasi tidak berfungsi untuk mencegah infeksi, yang masih bisa menyerang meski sudah disuntik penuh dua dosis. Ini terlihat dari data di Rumah Sakit Persahabatan.

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk mencegah risiko rawat inap dan kefatalan. Vaksinasi tidak berfungsi untuk mencegah infeksi, yang masih bisa menyerang meski sudah disuntik penuh dua dosis.

Ini terbukti dari data Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang banyak menerima pasien dengan status vaksinasi sudah disuntik dosis pertama maupun kedua.

"Di rumah sakit Persahabatan cukup banyak pasien dengan riwayat sudah menjalani program vaksinasi Covid-19. Jadi, sepertinya bahwa vaksinasi pertama maupun vaksinasi kedua mempunyai masa waktu tertentu atau mungkin berakibat pada imun kekebalan seseorang," kata Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RS Persahabatan dr. Prasenohadi, Sp.P., dalam webinar Satgas Covid-19, Rabu (2/3/2022).

Sayangya, dokter Prasenohadi tidak menjabarkan jumlah pasien Covid-19 di RS Persahabatan yang sudah divaksinasi.

Baca Juga: Kota Bandung Catatkan 25 Kasus Kematian akibat COVID-19 Sejak Awal 2022

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pexels)

Ia mengungkapkan bahwa rata-rata pasien Covid-19 mengalami sakit tenggorokan dan batuk sebagai salah satu gejala umum dari infeksi varian omicron. Meski lebih banyak pasien dengan gejala ringan-sedang, di rumah sakit tetap ditemukan pasien Covid-19 dengan kondisi berat dan kritis.

"Jangan main-main dengan varian ini, meskipun umumnya gejala ringan tapi ternyata di rumah sakit yang berat dan kritis pun tetap ada, terutama orang-orang yang belum divaksinasi dan ada komorbid. Itu akan memperberat segalanya," ujarnya.

Komorbid seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga pengentalan darah menjadi penyakit penyerta yang cukup banyak memperburuk gejala Covid-19.

"Secara umum kita tidak boleh lengah, walaupun sekarang dengan gejala ringan. Tapi kenyataannya tetap ada kematian," katanya.

Dokter Prasenohadi menjelaskan, antibodi dari vaksin akan turun hingga jumlah tertentu dalam beberapa waktu. Oleh sebab itu, kemampuan tubuh dalam melawan virus corona juga akan melemah.

Baca Juga: Biar Cepet Pulih, Epidemiolog Ingatkan Pelaku Usaha Fasilitasi Vaksin Bagi Karyawan

"Sehingga kalau ada varian lain masuk, jenis lain, maka orang itu bisa terinfeksi," pungkasnya.

Komentar