4 Sebab Kenapa Kentut Bau Busuk, Karena Makanan?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 09 Maret 2022 | 11:59 WIB
4 Sebab Kenapa Kentut Bau Busuk, Karena Makanan?
Ilustrasi kentut. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mungkin sepakat bahwa kentut yang tidak berbunyi umumnya lebih bau. Hal itu terkadang memicu perdebatan tentang siapa yang melakukan kentut tersebut.

Dilansir dari Medical News Today, kentut bau busuk untuk sekitar satu persen dari gas yang dikeluarkan orang. Sementara sebagian besar hampir bebas bau. Lantas, apa sebenarnya penyebabnya?

1. Makanan yang kamu makan

Ilustrasi bau kentut. (Shutterstock)
Ilustrasi bau kentut. (Shutterstock)

Mungkin penyebab paling umum dari bau kentut adalah makanan yang dmakan. Perut berjuang untuk memecah makanan tertentu saat mereka bergerak melalui usus, menyebabkan gas.

Misalnya, kacang mengandung gula dan serat yang sulit dicerna oleh tubuh kita.

Alex Glover, Ahli Gizi Senior di Holland & Barrett, menjelaskan bahan kimia yang menyebabkan kentut adalah hidrogen sulfida. Ini diproduksi ketika bakteri usus memecah belerang dalam makanan.

"Lebih banyak hidrogen sulfida diproduksi oleh tubuh ketika memecah makanan kaya protein.

Inilah sebabnya mengapa kita mungkin memperhatikan kentut kita lebih berbau setelah makan banyak daging, atau protein shake.

Rob Hobson, Kepala Nutrisi Healthspan, setuju bahwa daging - terutama potongan berlemak seperti daging sapi dan babi - "bisa sedikit berbau".

baca juga

“Mereka bisa memakan waktu lama untuk dicerna di usus yang membuat mereka berfermentasi. Daging berlemak khususnya kaya akan metionin yang merupakan asam amonia yang mengandung belerang."

Rob menjelaskan bahwa gas hidrogen sulfida memberikan kentut "bau telur busuk yang menyenangkan".

2. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan - seperti susu atau gluten - dapat menyebabkan kentut bau. Biasanya orang mungkin juga akan mengalami gejala seperti gangguan pencernaan, kembung, sembelit dan diare.

“Intoleransi makanan dapat membuat Anda terkena angin yang tidak sedap jika Anda memakan makanan penyebabnya. Contohnya di sini adalah intoleransi laktosa di mana orang kekurangan enzim yang mencoba memecahnya," kata Rob.

"Ini berarti laktosa bergerak ke usus yang tidak tercerna di mana ia diberi makan oleh bakteri yang meninggalkan Anda dengan gas bau."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Penyebab Kentut Bau, Bisa Mengganggu dan Bikin Gak Percaya Diri!

5 Penyebab Kentut Bau, Bisa Mengganggu dan Bikin Gak Percaya Diri!

Health | Selasa, 08 Maret 2022 | 11:14 WIB

Cara Mengatasi Sering Kentut Tanpa Biaya Mahal

Cara Mengatasi Sering Kentut Tanpa Biaya Mahal

Sulsel | Minggu, 06 Maret 2022 | 15:17 WIB

Penyebab Sering Kentut yang Mengganggu, Lengkap dengan Cara Mengatasinya

Penyebab Sering Kentut yang Mengganggu, Lengkap dengan Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 02 Maret 2022 | 15:05 WIB

Terkini

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:39 WIB

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:35 WIB

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:28 WIB

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:20 WIB

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

Jawa Tengah | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:19 WIB

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:11 WIB

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

Health | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:07 WIB

×