Kabar Baik! Pfizer Luncurkan Uji Klinis Pil Covid-19 untuk Kelompok Anak

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 10 Maret 2022 | 07:56 WIB
Kabar Baik! Pfizer Luncurkan Uji Klinis Pil Covid-19 untuk Kelompok Anak
Pil anti COVID-19 buatan Pfizer. (VOA Indonesia)

Suara.com - Perusahaan farmasi Pfizer mengumumkan hendak melakukan uji klinis pil antivirus Covid-19 pada kelompok anak-anak.

Pil Covid-19 bernama Paxlovid tersebut sebenarnya sudah disahkan pada Desember 2020 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA.

Namun pil tersebut hanya diberikan kepada pasien Covid-19 berusia 12 tahun ke atas yang memiliki gejala ringan, sedang, hingga berisiko tinggi terkena penyakit parah.

Mengutip dari ABC News, rencana uji coba ini akan dilakukan pada 140 anak, dengan usia 5-17 tahun yang akan dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok anak, di antaranya memiliki berat badan antara 44 sampai 88 pon. Sedangkan kelompok kedua, khusus anak dengan memiliki berat badan lebih dari 88 pon.

Pada kelompok anak dengan berat badan lebih dari 88 pon, akan diberikan dosis yang saat ini diizinkan untuk remaja dan dewasa. Sedangkan bagi anak dengan berat badan di bawahnya, akan diberi dosis yang lebih kecil.

“Sejak awal pandemi, lebih dari 11 juta anak di bawah usia 18 tahun di Amerika Serikat telah dinyatakan positif Covid-19, yang mewakili hampir 18 persen dari kasus yang dilaporkan dan menyebabkan 100.000 perawatan di rumah sakit,” ungkap Kepala Petugas Ilmiah dan Presiden Penelitian, Mikael Dolsten.

"Ada kebutuhan signifikan yang tidak dapat terpenuhi untuk perawatan rawat jalan, yang dapat dilakukan oleh anak-anak dan remaja untuk membantu mencegah perkembangan penyakit parah, termasuk rawat inap atau kematian,” lanjut Mikael Dolsten.

Teruntuk anak di bawah 6 tahun, tidak akan dimasukkan dalam penelitian ini. Tetapi Pfizer mengatakan, penelitian mengenai pil sedang berjalan guna menentukan dosis terbaik untuk anak kecil.

Pil Pfizer dipuji sebagai alternatif obat, di mana pengobatan pertama ini tidak memerlukan infus sehingga lebih nyaman diberikan kepada pasien.

Tidak hanya itu, pil tersebut terdiri dari dua obat, yakni ritonavir yang biasa digunakan untuk mengobati HIV/AIDS dan nirmatrelvir, sebuah antivirus yang dikembangkan Pfizer untuk meningkatkan kekuatan.

Data uji klinis saat ini menunjukkan, pil tersebut dapat mengurangi risiko rawat inap dan kematian pasien Covid-19 sebesar 89 persen dalam tiga hari. Dan untuk pil Paxlovid ini, disarankan untuk dikonsumsi dua kali sehari, atau selama lima hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayoritas Pasien Covid-19 di Kulon Progo Lebih Pilih Isoman, Sulit Dibawa ke Selter

Mayoritas Pasien Covid-19 di Kulon Progo Lebih Pilih Isoman, Sulit Dibawa ke Selter

Jogja | Selasa, 08 Maret 2022 | 16:05 WIB

Selama 2022 Ada 69 Kasus Kematian Covid-19 di Sleman, 47 Belum Vaksin

Selama 2022 Ada 69 Kasus Kematian Covid-19 di Sleman, 47 Belum Vaksin

Jogja | Selasa, 08 Maret 2022 | 11:02 WIB

Covid-19 Dapat Menyebabkan Penyusutan Otak, Begini Penjelasan Peneliti

Covid-19 Dapat Menyebabkan Penyusutan Otak, Begini Penjelasan Peneliti

Health | Selasa, 08 Maret 2022 | 10:32 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB