Ngeri Banget! Dokter Ungkap 4 Bahaya Pakai Baby Walker untuk Bayi

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2022 | 18:10 WIB
Ngeri Banget! Dokter Ungkap 4 Bahaya Pakai Baby Walker untuk Bayi
Ilustrasi baby walker. (elements.envato)

Suara.com - Meski sudah banyak disebutkan bahayanya, masih saja ada orangtua yang menggunakan baby walker atau kereta jalan bayi untuk anaknya, padahal dengan tegas sudah banyak dokter spesialis anak yang melarang penggunaan baby walker.

Alih-alih bermanfaat, baby walker justru berbahaya untuk anak, seperti memicu kecelakaan hingga menghambat perkembangan bayi untuk bisa berjalan.

"No debat, baby walker fix berbahaya untuk anak. Udah bukan berita baru lagi, nggak mungkin nggak pernah dengar, banyak kasus bayi yang kecelakaan gara-gara baby walker, ada yang kesiram air panas, jatuh dari tangga, ada yang kejungkel gara-gara lantainya nggak rata," ujar Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yogasatria melalui konten Instagram, Selasa (15/3/2022).

Berikut ini 4 fakta berbahaya baby walker untuk bayi menurut dr. Lucky yang harus diwaspadai orangtua.

1. Berisiko Tinggi Sebabkan Anak Celaka

dr. Lucky mengungkap data 1999 hingga 2001 di Amerika ditemukan 8.800 bayi yang mendatangi unit gawat darurat (UGD) karena mengalami kecelakaan akibat baby walker.

Hal ini terjadi karena dengan baby walker bayi bisa kemanapun, bahkan kerap tidak terkontrol akses bayi terhadap benda sekitar.

"Yang sempat ramai waktu itu, ada bayi menyebrang jalan raya dengan baby walker tanpa pengetahuan orangtua," tutur dr. Lucky.

2. Anak Jadi Malas Berjalan

Menggunakan baby walker anak, merasa sudah bisa kemanapun tanpa ia perlu berlatih keseimbangan. Alhasil, ketika dilatih berjalan bayi akan lebih malas, sehingga kemampuan berjalannya jadi lebih lambat.

"Karena keenakan ada baby walker tinggal dorong aja," tutur dr. Lucky.

3. Melemahkan Otot Panggul Anak

Lantaran baby walker membuat anak jadi lebih malas untuk berjalan dan melatih keseimbangan, maka otot panggul dan paha anak jadi tidak terlatih karena selalu mengandalkan baby walker dan tidak takut terjatuh.

"Tanpa baby walker, bayi belajar bertahap dari duduk, berlutut cari kursi atau pegangan, biar bisa berdiri, itu belajar berdiri sendiri, cari keseimbangan sendiri," ungkap dr. Lucky.

4. Bayi Tidak Bisa Melihat Kakinya Sendiri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selalu Dianggap Enteng oleh Dokter, Wanita Ini Merasakan Sakit Parah selama 17 Tahun Tanpa Diagnosis

Selalu Dianggap Enteng oleh Dokter, Wanita Ini Merasakan Sakit Parah selama 17 Tahun Tanpa Diagnosis

Health | Selasa, 15 Maret 2022 | 14:54 WIB

Keluarga Akhirnya Berani Bicara, Sebut Pemerkosa Bayi di Jeneponto Seorang Kakek

Keluarga Akhirnya Berani Bicara, Sebut Pemerkosa Bayi di Jeneponto Seorang Kakek

Sulsel | Selasa, 15 Maret 2022 | 11:30 WIB

Pemprov Sulsel Dampingi Bayi Diduga Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Jeneponto

Pemprov Sulsel Dampingi Bayi Diduga Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Jeneponto

Sulsel | Selasa, 15 Maret 2022 | 10:22 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB