WHO Minta Siapa Saja Tidak Asal Gunakan Istilah Endemik Covid-19, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 16 Maret 2022 | 17:10 WIB
WHO Minta Siapa Saja Tidak Asal Gunakan Istilah Endemik Covid-19, Kenapa?
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan kata endemi untuk wabah Covid-19.

Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Mike Ryan menjelaskan bahwa situasi endemi menandakan kalau wabah virus masih ada, tetapi menular pada tingkat yang lebih rendah. Penularan hanya terjadi secara musiman.

"Saya pikir kita perlu berhati-hati dalam menggunakan kata itu, ya endemi," kata Mike dikutip dari siaran video WHO, Rabu (16/3/2022). 

Ia mengingatkan, sejumlah penyakit menular sebelumnya, seperti HIV dan malaria, tetap berisiko menelan banyak korban jiwa meski statusnya telah endemi.

"Itu sangat klasik untuk banyak penyakit menular. Tetapi ingat endemi HIV, endemim tuberkulosis, dan endemi malaria membunuh jutaan orang di planet ini setiap tahun. Jadi tolong jangan samakan endemi dengan sama baiknya," tuturnya.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Mike menekankan bahwa perubahan status dari pandemi ke endemi sebenarnya hanya mengubah label. Tapi tidak mengubah tantangan wabah virus yang sebenarnya ada.

Penyakit endemi memerlukan program pengendalian yang kuat untuk mengurangi infeksi, mengurangi angka kesakitan, dan menekan angka kematian.

"Kita perlu perlindungan berkelanjutan, terutama yang paling rentan. Kita membutuhkan sistem kesehatan yang kuat untuk menangani infeksi yang tidak dapat kita cegah. Dan kita harus dapat terus melakukannya dengan tingkat infeksi yang kita alami," pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan indikator terbaru pencapaian fase endemi Covid-19 masih menjadi bahan diskusi kalangan para ahli.

"Indikator endemi masih dibicarakan dengan para ahli. Kita tentu tidak terburu-buru, karena masih proses transisi ke normalisasi. Endemi bukan berarti kasus sudah tidak ada, karena kita tahu untuk menghilangkan penyakit butuh waktu panjang, bahkan ratusan tahun," kata Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Selasa sore.

Nadia mengatakan hingga saat ini Indonesia masih berstatus pandemi Covid-19 berdasarkan sejumlah pertimbangan indikator yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Penentuan Status Faktual Pandemi Covid-19 di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 16 Maret 2021: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 13.018 Kasus, 279.969 Orang Masih Dirawat

Update 16 Maret 2021: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 13.018 Kasus, 279.969 Orang Masih Dirawat

News | Rabu, 16 Maret 2022 | 15:55 WIB

Gibran Masih Jalani Isoman, Ini Deretan Agenda yang Harus Ditunda

Gibran Masih Jalani Isoman, Ini Deretan Agenda yang Harus Ditunda

Surakarta | Rabu, 16 Maret 2022 | 15:25 WIB

Dinilai Ampuh Cegah Covid-19, Kemenkes Luncurkan Kampanye Nasional 'Waktu Indonesia Gargle'

Dinilai Ampuh Cegah Covid-19, Kemenkes Luncurkan Kampanye Nasional 'Waktu Indonesia Gargle'

Health | Rabu, 16 Maret 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB