Bantu Atasi Stres dan Kecemasan, Dokter Sarankan Lakukan Latihan Pernapasan Ini!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:12 WIB
Bantu Atasi Stres dan Kecemasan, Dokter Sarankan Lakukan Latihan Pernapasan Ini!
Ilustrasi stres.(Unsplash.com)

Suara.com - Seorang dokter mengungkapkan trik cepat dan sederhana yang bisa membantu mengatasi stres dan kecemasan untuk sementara.

Dr Karan Raj, yang berbasis di Inggris menunjukkan cara mengatasi stres dan kecemasan itu melalui video yang diunggah di TikTok.

Menurut jajak pendapat dalam American Psychological Association, tingkat stres di AS telah meningkat tajam selama pandemi virus corona Covid-19.

Stres yang meningkatkan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti, masalah keuangan, kenaikan harga barang, ketidakpastian global hingga perang antara Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, banyak orang di seluruh negeri yang berjuang di tengah dampak pandemi virus corona Covid-19.

Stres adalah respons alami tubuh manusia terhadap perubahan di lingkungan kita yang bermanfaat membuat kita waspada menghindari bahaya.

Ilustrasi bernapas, latihan pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi bernapas, latihan pernapasan. (Shutterstock)

Meskipun tubuh bisa menangani stres. Jika stres itu terjadi jangka panjang dan kronis, itu bisa berdampak serius pada kesehatan.

Dr Raj memberi tahu teknik pernapasan sederhana yang bisa menguruangi stres dan kecemasan dengan cara cepat.

Meskipun teknik ini dikenal sebagai keluhan fisiologis, ini jelas tidak akan mengatasi sumber stres dalam kehidupan seseorang.

baca juga

Dr Raj mengatakan Anda bisa melakukan latihan pernapsan ini kapan pun ketika stres. Fungsinya, mengembalikan tingkat sistem saraf otonom ke tingkat awal.

Sistem saraf otonom mengatur fungsi tubuh yang tak disengaja, seperti detak jantung, tekanan darah, pernapasan, pencernaan dan gairah seksual.

"Sebenarnya, tubuh Anda melakukan ini beberapa kali sehari tanpa disadari untuk mengatur kadar CO2 yang tinggi dan stres," kata Dr Raj dikutip dari News Week.

Guna melakukan teknik pernapasan ini, Anda cukup tarik napas melalui hidung. Saat Anda merasa tidak bisa menarik napas lagi, lakukan napas kedua yang pendek dan dalam diikuti napas panjang dan lambat melalui mulut.

Raj mengatakan teknik ini membantu menghilangkan stres, karena dampak stres pada alveoli, yakni kantung udara kecil di paru-paru yang memindahkan molekul oksigen dan karbon dioksida ke dalam dan keluar dari aliran darah.

"Saat kita stres, kantung udara ini akan runtuh dan mengempis. Teknik pernapasan ini bisa menyebabkan kantung udara mengembang kembali dan memungkinkan pelepasan karbon dioksida yang lebih efisien," jelasnya.

Teknik pernapasan ini juga menekankan pada embusan napas. Saat kita menghembuskan napas, diafragma bergerak ke atas dan menekan jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan otak memberi sinyak ke tubuh untuk mengurangi detak jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Hal Positif yang Terkadang Memberikan Dampak Buruk pada Hidupmu

4 Hal Positif yang Terkadang Memberikan Dampak Buruk pada Hidupmu

Your Say | Rabu, 16 Maret 2022 | 13:33 WIB

Mandi Air Dingin Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental, Ini Alasannya!

Mandi Air Dingin Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 16 Maret 2022 | 12:03 WIB

4 Manfaat Berkebun yang Perlu Kamu Tahu

4 Manfaat Berkebun yang Perlu Kamu Tahu

Your Say | Rabu, 16 Maret 2022 | 07:41 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×