Nikita Mirzani Tuduh Dewi Perssik Lakukan Aborsi 5 Kali: Apa Risiko Komplikasi Tindakan Ilegal Ini?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 31 Maret 2022 | 13:35 WIB
Nikita Mirzani Tuduh Dewi Perssik Lakukan Aborsi 5 Kali: Apa Risiko Komplikasi Tindakan Ilegal Ini?
Dewi Perssik dan Nikita Mirzani kembali bersiteru. [Dok.Matamata.com]

Suara.com - Selebriti Nikita Mirzani menuduh penyanyi Dewi Perssik telah menggugurkan kandungannya atau aborsi sebanyak lebih dari lima kali.

Tuduhan tersebut dilontarkan di kolom komentar Instagram, seperti yang terlihat dalam unggahan Dewi Perssik.

"Peringatan untuk semua perempuan Indonesia. Jangan pernah gugurin kandungan, apalagi lebih dari 5 kali. Ke-1 rahim bisa rusak, ke-2 bisa sinting karena dihantuin arwah bayi. Ke-3 darah tinggi," komentar Dewi Perssik.

Dewi Perssik pun tak tinggal diam. Ia meminta bukti kepada pemeran Cosmic 8 itu.

"Untuk masalah aborsi (membunuh janin) masalah aborsi itu harus ada bukti bukan saksi aja, misal bukti dari rumah sakit atau klinik tempat aborsi, bukti rekam medis," kata Dewi Perssik dikutip dari Instagram pribadinya, @dewiperssikreal88, Kamis (31/3/2022).

Nikita Mirzani tuduh Dewi Perssik lakukan aborsi lima kali.
Nikita Mirzani tuduh Dewi Perssik lakukan aborsi lima kali.

Menurut hukum, perbuatan aborsi masih dilarang di Indonesia, dan ini diatur dalam pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan. Tindakan ini dapat dilakukan apabila ada indikasi darurat medis.

Selain itu, dalam segi kesehatan pun, aborsi memiliki beragam efek samping. Bahaya meningkat apabila prosedur tidak dilakukan oleh dokter ahli.

Berdasarkan Alodokter, aborsi dilakukan sebelum kehamilan berusia 24 minggu (6 bulan), baik dengan meminum obat maupun melalui operasi.

Risiko Komplikasi Setelah Aborsi

Aborsi dapat menyebabkan komplikasi, biasanya gejala awal berupa nyeri atau kram perut, mual, lemas, dan pendarahan ringan beberapa hari.

Pada kondisi tertentu, aborsi dapat menimbulkan masalah serius dalam beberapa hari hingga sekitar 4 minggu setelah tindakan.

Komplikasi aborsi bisa berupa:

1. Pendarahan

Pendarahan berat melalui vagina merupakan risiko umum dari aborsi. Jika dibandingkan kehamilan di atas 20 minggu (5 bulan), risiko pendarahannya lebih kecil bila melakukan aborsi di bawah 13 minggu (3 bulan).

Pendarahan berat lebih mungkin terjadi jika masih ada jaringan janin atau ari-ari yang tertinggal di dalam rahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngamuk Dituding Aborsi 5 Kali, Dewi Perssik Ungkit Aib Nikita Mirzani yang Pernah Digerebek Telanjang

Ngamuk Dituding Aborsi 5 Kali, Dewi Perssik Ungkit Aib Nikita Mirzani yang Pernah Digerebek Telanjang

Sumbar | Kamis, 31 Maret 2022 | 11:26 WIB

Seteru dengan Nikita Mirzani Memanas, Dewi Perssik Sindir soal 'Digerebek Telanjang'

Seteru dengan Nikita Mirzani Memanas, Dewi Perssik Sindir soal 'Digerebek Telanjang'

Riau | Kamis, 31 Maret 2022 | 10:21 WIB

Nikita Mirzani Auto Kena Sentil, Juragan 99 Bangga Brand Skincare Miliknya Sabet Penghargaan

Nikita Mirzani Auto Kena Sentil, Juragan 99 Bangga Brand Skincare Miliknya Sabet Penghargaan

Banten | Kamis, 31 Maret 2022 | 10:55 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB