Ngeri! Studi Sebut Vape Berisiko Merusak Jantung Hingga Otak

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 13 April 2022 | 19:56 WIB
Ngeri! Studi Sebut Vape Berisiko Merusak Jantung Hingga Otak
ilustrasi rokok elektrik (pixabay)

Suara.com - Rokok elektrik atau vape selama ini kerap disebut sebagai alternatif dari rokok. Tapi ternyata penggunaan vape justru mampu menyebabkan kerusakan berbahaya pada otak, jantung, dan usus, para peneliti telah memperingatkan.

Rokok elektronik mungkin sangat membantu untuk berhenti merokok tetapi juga digunakan oleh orang-orang yang belum pernah menyentuh rokok.

Dilansir dari The Sun, para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas California (USC) San Diego melihat merek populer yang dijual di Inggris dan AS.

JUUL adalah perangkat rokok elektrik terkemuka namun kontroversial di pasaran.

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape

Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal eLife, adalah yang pertama menilai bagaimana perangkat JUUL dapat memengaruhi organ.

Dr Laura Crotty Alexander, penulis studi senior di USC, mengatakan: "Rokok elektrik berbasis pod ini baru menjadi populer dalam lima tahun terakhir, jadi kami tidak tahu banyak tentang efek jangka panjangnya terhadap kesehatan."

Studi ini melibatkan pemodelan penggunaan sehari-hari dari JUUL pod dalam rasa mint dan mangga yang paling populer.

Tikus dewasa terpapar aerosol JUUL tiga kali sehari selama tiga bulan, Scienmag melaporkan.

Para peneliti kemudian melihat tanda-tanda peradangan pada hewan pengerat, menemukan sejumlah perubahan yang mengkhawatirkan.

baca juga

Efek yang paling mencolok adalah di otak, di mana beberapa penanda inflamasi meningkat.

Peradangan terlihat jelas di nukleus accumbens, wilayah otak yang penting untuk motivasi dan pemrosesan penghargaan.

Ini sangat mengkhawatirkan, kata para ilmuwan, karena peradangan di wilayah otak ini terkait dengan kecemasan, depresi, dan perilaku adiktif.

Dr Crotty Alexander mengatakan: “Banyak pengguna JUUL adalah remaja atau dewasa muda yang otaknya masih berkembang.

"Jadi, cukup menakutkan untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi di otak mereka mengingat bagaimana ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan perilaku mereka di masa depan."

Ekspresi gen inflamasi juga meningkat di usus besar, terutama setelah satu bulan paparan rokok elektrik. Secara teori ini bisa meningkatkan risiko penyakit gastrointestinal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara Orang Bisa Deteksi Risiko Penyakit Jantung, Begini Caranya!

Suara Orang Bisa Deteksi Risiko Penyakit Jantung, Begini Caranya!

Health | Rabu, 13 April 2022 | 14:53 WIB

3 Penyebab Otak Jadi Sulit Konsentrasi Saat Puasa, Kamu Mengalaminya?

3 Penyebab Otak Jadi Sulit Konsentrasi Saat Puasa, Kamu Mengalaminya?

Health | Rabu, 13 April 2022 | 12:13 WIB

Terduga Pengeroyok Ade Armando Asal Sukabumi Berangkat ke Jakarta Hari Minggu Pakai Motor

Terduga Pengeroyok Ade Armando Asal Sukabumi Berangkat ke Jakarta Hari Minggu Pakai Motor

Jabar | Rabu, 13 April 2022 | 09:03 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB