Mahasiswa ITB Buat Pendeteksi Stres dan Depresi Hanya Pakai Urine, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 April 2022 | 16:25 WIB
Mahasiswa ITB Buat Pendeteksi Stres dan Depresi Hanya Pakai Urine, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi stres di tempat kerja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Suara.com - Saat pandemi tingkat stres di masyarakat meningkat. Bahkan beberapa di antaranya cenderung mengarah ke depresi. Inilah sebabnya mengapa stres perlu dideteksi agar bisa ditangani sedini mungkin.

Nah, kabar baiknya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat alat pendeteksi stres dan depresi dengan menggunakan urine atau air kencing.

Alat ini diciptakan mahasiswa ITB  yang tergabung dalam kelompok Pekan Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta, dan diberi nama Depression Test.

Kelompok ini terdiri dari mahasiswa angkatan 2019, diketuai oleh mahasiswa jurusan biologi, Maha Yudha Samawi dan beranggotakan mahasiswa Teknik Biomedis, Alifia Zahratul Ilmiah, dan mahasiswa Teknik Material, Gardin Muhammad Andika.

Ilustrasi depresi pasca melahirkan seorang ibu. (Foto oleh Pixabay dari Pexels)
Ilustrasi depresi pasca melahirkan seorang ibu. (Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Gardin menjelaskan, bahwa orang yang mengalami stres pastinya akan mengalami perubahan konsentrasi pada beberapa zat dalam urine.

“Jadi kami memanfaatkan fase ini. Karena senyawa-senyawanya mengalami perubahan karakter spesifik kalau sudah dikasih sinyal. Dari sana, kami bisa mendeteksi orang yang mengikuti percobaan ini sudah sampai tahap depresi atau belum,” jelas Gardin, mengutip siaran pers ITB, Kamis (21/4/2022).

Adapun alat yang dirancang ini memiliki akurasi di angka 90 persen. Hasil alat ini dikalibrasi dengan tes BDI (Beck Depression Inventory), yang saat ini umum digunakan di kedokteran jiwa.

Sehingga terdapat 3 level penderita depresi, yakni rendah, sedang, dan berat.

Adapun inovasi ini bermula dari pengembangan tugas yang dikerjakan Yudha saat menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) di SITH ITB.

baca juga

Proses pembuatan alat ini dimulai saat masa pandemi. Karena terdapat berbagai kendala yang menghadang pada masa pandemi, progres dari pembuatan alat ini tergolong lambat dan belum 100 persen selesai.

Gardin juga bercerita bahwa alat yang mereka ciptakan berkaitan dengan lomba, dan banyak hal tak terduga banyak terjadi saat proses lomba tersebut.

"Tapi dari proses ini kita bisa belajar lebih jauh tentang ke depannya, sampai rasanya habis presentasi itu kami zseperti habis selesai sidang,” cerita Gardin.

Berbagai kendala juga dihadapi oleh kelompok ini dalam proses perancangan alat yang mereka lakukan. Kendala utama yang dihadapi adalah transisi waktu yang mereka alami.

Adapun proposal dibuat saat masih TPB, namun alatnya baru bisa dibuat saat tahun kedua perkuliahan, yang di mana waktu tersebut banyak diisi oleh kegiatan orientasi atau ospek jurusan.

Selain itu, mereka juga merasa saat itu wawasan yang mereka miliki masih dasar. Ditambah lagi, masa pandemi membuat kegiatan ini tak bisa dilakukan di laboratorium, yang akhirnya menghambat proses pengambilan data dan analisis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Kakao untuk Kesehatan, Salah Satunya dapat Mengurangi Gejala Depresi

5 Manfaat Kakao untuk Kesehatan, Salah Satunya dapat Mengurangi Gejala Depresi

Your Say | Kamis, 21 April 2022 | 14:25 WIB

4 Manfaat yang Diperoleh Jika Gemar Membaca Buku

4 Manfaat yang Diperoleh Jika Gemar Membaca Buku

Your Say | Kamis, 21 April 2022 | 13:10 WIB

Viral Wanita Pasang Denda Ratusan Ribu Bagi Pelaku Body Shaming, Padahal Melakukannya Saja Sudah Berdampak Buruk

Viral Wanita Pasang Denda Ratusan Ribu Bagi Pelaku Body Shaming, Padahal Melakukannya Saja Sudah Berdampak Buruk

Health | Kamis, 21 April 2022 | 10:01 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB