Jari Sukarelawan Penelitian, Pria Ini Rela Minum Segelas Cairan Berisi Bakteri Penyebab Diare Berdarah!

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Kamis, 28 April 2022 | 20:46 WIB
Jari Sukarelawan Penelitian, Pria Ini Rela Minum Segelas Cairan Berisi Bakteri Penyebab Diare Berdarah!
ilustrasi sakit perut (Pixabay)

Suara.com - Sudah menjadi keharusan bagi peneliti untuk melakukan serangkaian uji klinis, salah satunya terhadap manusia, ketika mengembangkan suatu obat sebelum diproduksi secara massal untuk masyarakat.

Peneliti juga akan mencari peserta penelitian untuk menguji kemanjuran dan keamanan obat yang mereka kembangkan.

Inilah yang dilakukan oleh Jake Eberts (26) asal Maryland, Baltimore, yang mendaftarkan dirinya dalam sebuah uji coba vaksin yang dilakukan oleh peneliti dari Institut Pasteur, Prancis.

Ia dan 15 peserta studi lainnya harus meminum segelas cairan keruh dan asin mengandung bakteri shigella. Bakteri ini dapat membuatnya sakit disentri, sebuah infeksi pada usus yang menyebabkan diare mengandung darah atau lendir.

Dilansir Insider, ini adalah bagian dari proses yang dikontrol ketat untuk menguji kandidat vaksin. Nantinya, beberapa sukarelawan akan divaksinasi dan ada yang tidak. Lalu, peneliti akan menilai hasilnya.

Masing-masing sukarelawan dibayar lebih dari Rp 101,6 juta untuk percobaan ini.

Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Eberts mulai merasa sakit sekitar 40 jam setelah ia minum shigella. Ketika ia bangun tidur, perutnya kram dan tubuhnya kedinginan. Gejala dengan cepat berkembang menjadi demam, diare, dan tinja berdarah.

"Saya sungguh merasa seperti tidak bisa bergerak," ungkap Eberts, yang mengaku kesulitan untuk bangun ke kamar mandi.

"Setiap bergerak di kamar mandi, untuk bangun, untuk mencuci tangan atau mengambil handuk kertas, saya akan berbaring di lantai dan hanya duduk di sana selama lima menit," lanjutnya.

baca juga

Demamnya naik menjadi 39,4 derajat Celcius dan Eberts hanya bisa berbaring di bawah tumpukan selimut. Dalam beberapa jam, ia diberi vaksin dan diberi antibiotik ciprofloxacin.

Dalam empat jam, kondisinya membaik dan ia sudah bisa berjalan serta berbicara walau masih dengan sedikit kesulitan.

Suatu ketika ketika Eberts merasa sangat kesakitan, para peneliti masuk ke toilet dan memproses sampel tinja serta urin.

Dari sampel ini, peneliti dapat mempelajari jenis respons imun yang ditimbulkan vaksin dan mengukur lebih baik apakah aksin dapat mengurangi beban penyakit.

"Cara ini membuat kami mempelajari mekanisme perlindungan (vaksin)," terang peneliti Chen.

Ini adalah uji coba fase kedua. Sebelumnya, peneliti telah melakukannya di Israel.

Bila hasil uji coba fase kedua menunjukkan bahwa vaksin dapat ditolerensi dan efektif dalam emncegah penyakit parah, maka vaksin dapat diuji dalam skala yang lebih besar, biasanya pada ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badan POM Pastikan Cokelat Kinder yang Dijual di Indonesia Bebas Bakteri Salmonella, Sudah Bisa Dijual Lagi

Badan POM Pastikan Cokelat Kinder yang Dijual di Indonesia Bebas Bakteri Salmonella, Sudah Bisa Dijual Lagi

Health | Kamis, 28 April 2022 | 14:49 WIB

Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Termasuk Jenis yang Berbahaya, Kebal 6 Antibiotik!

Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Termasuk Jenis yang Berbahaya, Kebal 6 Antibiotik!

Health | Kamis, 28 April 2022 | 14:15 WIB

WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Kebal 6 Obat Antibiotik

WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Kebal 6 Obat Antibiotik

Health | Kamis, 28 April 2022 | 12:38 WIB

Terkini

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

×