Masyarakat Masih Percaya dengan 'Tes Keperawanan', dr. Farhan Zubedi: Tidak Terbukti Bermanfaat

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 06 Mei 2022 | 13:05 WIB
Masyarakat Masih Percaya dengan 'Tes Keperawanan', dr. Farhan Zubedi: Tidak Terbukti Bermanfaat
Ilustrasi tes keperawanan (Shutterstock)

Suara.com - Istilah 'tes keperawanan' hingga kini masih sering digunakan oleh masyarakat. Tes ini mengacu pada pemeriksaan fisik selaput dara, yang dianggap sebagai indikator 'perawan' atau tidaknya perempuan tersebut.

Tes ini dilakukan dengan memasukkan dua jari ke vagina atau 'two-finger test' untuk mengetahui apakah selaput dara masih utuh atau tidak.

Bila selaput dara diketahui sudah robek, maka perempuan tersebut dianggap tidak perawan karena diduga sudah melakukan hubungan seks.

Selaput dara atau hymen merupakan lapisan kulit tipis yang berada sekitar satu hingga dua sentimeter dari bibir vagina. Seiring bertambahnya usia, bentuk lapisan bisa berubah dan menebal yang dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Namun, tidak semua perempuan memiliki selaput dara dan bentuknya pun sangat elastis sehingga bisa tidak robek. Jika robek pun, tidak selalu disebabkan oleh berhubungan intim.

Penjelasan tentang selaput dara (TikTok)
Penjelasan tentang selaput dara (TikTok)

Beberapa hal yang dapat menyebabkan selaput darah robek termasuk cedera, olahraga, penggunaan tampon, maupun masturbasi.

Hal ini juga diluruskan oleh dokter sekaligus seleb TikTok, dr. Farhan Zubedi.

Dalam unggahan video terbaru, Kamis (5/5/2022), dr. Farhan menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada istilah 'tes keperawanan' maupun 'keperawanan' dalam dunia medis.

"Jadi tes keperawanan itu secara medis tidak ada. Tidak terbukti bahwa pemeriksaan ini bisa melihat apakah seseorang masih perawan atau tidak," kata dr. Farhan.

baca juga

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia, UN Women dan UN Human Rights telah mendukung dihapuskannya tes keperawanan sejak 2018 lalu karena terbukti tidak bermanfaat secara medis.

Sebaliknya, tes keperawanan justru dapat menyebabkan rasa sakit, malu, dan traumatik kepada perempuan.

"Jadi, sudah seharusnya tes keperawanan ini ditinggalkan karena tidak terbukti bermanfaat secara medis, serta tidak etis, juga meninggalkan dampak buruk bagi fisik, mental, dan sosial bagi orang yang mengalaminya," imbuh dr. Farhan.

Sebagai informasi, bulan lalu, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Budiman mengatakan bahwa tes keperawanan bagi calon prajurit wanita TNI dinyatakan tidak efektif atau dihapus.

Sebab, menurut Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, tes keperawanan tidak memengaruhi calon ketika menjalani pendidikan, latihan, bahkan penugasan sebagai wanita TNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Keperawanan Calon Prajurit Wanita TNI Kini Resmi Dihapus

Tes Keperawanan Calon Prajurit Wanita TNI Kini Resmi Dihapus

Kalbar | Rabu, 13 April 2022 | 14:18 WIB

Kapuskes TNI Tegaskan 'Tes Keperawanan' Calon Prajurit di Tiga Matra Sekarang Sudah Dihapus

Kapuskes TNI Tegaskan 'Tes Keperawanan' Calon Prajurit di Tiga Matra Sekarang Sudah Dihapus

Jatim | Rabu, 13 April 2022 | 13:26 WIB

Cerita Mantan Polwan Protes Tes Keperawanan, Malah Berakhir Dirundung

Cerita Mantan Polwan Protes Tes Keperawanan, Malah Berakhir Dirundung

Lifestyle | Rabu, 01 September 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×