Kenali 5 Penyebab Umum Sakit Kepala Terus-menerus, dari Stres hingga Penyakit Kronis

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 13 Mei 2022 | 17:37 WIB
Kenali 5 Penyebab Umum Sakit Kepala Terus-menerus, dari Stres hingga Penyakit Kronis
ilustrasi sakit kepala (Olya Kobruseva/Pexels)

Suara.com - Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala. Meski biasa terjadi, terkadang kondisi ini juga bisa menunjukkan masalah kesehatan serius.

Terkadang sakit kepala dapat muncul bersamaan dengan gejala lain, yang merupakan petunjuk penting untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Tergantung pada jenis sakit kepala (tegang, migrain, cluster, rebound, atau thunderclap), durasi dan intensitas rasa sakit dapat bervariasi.

Beberapa sakit kepala dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut, tatau terasa ditusuk di otak. Namun yang paling menjengkelkan adalah apabila sakit kepala tersebut terjadi terus-menerus.

Supaya lebih jelas, berikut beberapa penyebab sakit kepala terus-menerus, dilansir The Health Site:

ilustrasi seorang wanita sedang sakit kepala (Pexels.com)
ilustrasi seorang wanita sedang sakit kepala (Pexels.com)

1. Stres

Jika Anda sedang berjuang melawan stres, itu bisa menjadi penyebab sakit kepala terus-menerus Anda. Berlatih meditasi dan melakukan beberapa jenis aktivitas fisik dapat membantu meringankannya.

2. Radang dalam selaput lendir

Sakit kepala terus-menerus juga merupakan salah satu gejala paling umum dari infeksi pada sinus (sinusitis). Dalam kasus sakit kepala sinus, Anda mungkin merasakan tekanan di sekitar mata, pipi, dan dahi.

baca juga

3. Dehidrasi

Tidak minum cukup air dapat menyebabkan sakit kepala konstan. Sakit kepala dehidrasi terjadi karena penyempitan pembuluh darah saat tubuh berusaha mempertahankan cukup cairan.

4. Kekurangan magnesium

Penelitian juga mengaitkan kekurangan magnesium dengan seringnya sakit kepala. Dalam hal ini, para ahli menyarankan untuk meningkatkan asupan magnesium.

5. Penyakit kronis

Sakit kepala konstan juga merupakan efek samping umum dari banyak kondisi kesehatan kronis seperti fibromyalgia, lupus, dan diabetes. Tapi sakit kepala seperti ini biasanya menyertai gejala lain yang terkait dengan penyakit tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Gejala Pendarahan Otak, dari Sakit Kepala hingga Kejang

Ketahui Gejala Pendarahan Otak, dari Sakit Kepala hingga Kejang

Health | Kamis, 12 Mei 2022 | 08:07 WIB

Kebanyakan Makan Karbohidrat dan Gula Bikin Sakit Kepala? Begini Penjelasan Ahli

Kebanyakan Makan Karbohidrat dan Gula Bikin Sakit Kepala? Begini Penjelasan Ahli

Health | Senin, 09 Mei 2022 | 18:10 WIB

Kacamata Hitam Murahan Bisa Jadi Sumber Masalah Sakit Kepala, Ini Hubungannya!

Kacamata Hitam Murahan Bisa Jadi Sumber Masalah Sakit Kepala, Ini Hubungannya!

Health | Senin, 09 Mei 2022 | 12:38 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×