facebook

Peningkatan Penggunaan Media Sosial di Kalangan Remaja dan Dampaknya pada Kesehatan Mental Mereka

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Peningkatan Penggunaan Media Sosial di Kalangan Remaja dan Dampaknya pada Kesehatan Mental Mereka
Ilustrasi perempuan bermain media sosial. (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

Ketahui masalah kesehatan mental dan penggunaan media sosial pada remaja.

Suara.com - Penggunaan media sosial dan waktu layar secara umum telah meningkat tajam di kalangan remaja, dengan menghabiskan hampir setengah jam di platform tersebut.

Hal ini diketahui dari sebuah survei tentang penggunaan waktu layar serta media sosial tahun 2021 yang dilakukan Common Sense Media.

Pada saat yang sama, masalah kesehatan mental, seperti depresi, juga telah meningkat di kalangan remaha sejak awal tahun 2010-an.

Media sosial memang memiliki dua dampak, baik positif maupun negatif. Namun, salah satu efek samping buruknya yang paling disorot adalah hubungannya dengan kesehatan mental.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Detoks Scrolling Media Sosial

Masalah Kesehatan Mental dan Penggunaan Media Sosial

Ilustrasi media sosial (pexels.com/tracy-le-blanc)
Ilustrasi media sosial (pexels.com/tracy-le-blanc)

Studi menunjukkan bahwa beberapa remaja menjadi kurang tidur karena bermain media sosial di malam hari. Padahal, hal ini dapat memengaruhi kinerja sekolah yang buruk.

Bahkan, penggunaan media sosial juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan masalah kesehatan mental.

Menurut psikiater anak dan remaja di Rumah Sakit Umum Massachusetts serta Sekolah Kedokteran Harvard, Neha Chaudhary, media sosial terkait dengan depresi, penurunan herga diri, dan kesepian.

Faktanya, dilansir Insider, sebuah studi besar tahun 2019 menemukan bahwa anak muda yang menghabiskan lebih dari tiga jam di media sosial memiliki risiko tinggi terkena gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan.

Baca Juga: 4 Alasan Menyindir di Media Sosial yang Sebaiknya Tak Kamu Lakukan

Sebuah studi besar terbaru tahun 2022 menjelaskan usia mana yang paling rentan terhadap bahaya yang terkait dengan media sosial. Inilah yang mereka temukan:

- Gadis remaja tampaknya lebih sensitif terhadap media sosial antara usia 11 hingga 13 tahun, ada peningkatan penggunaan media sosial yang diikuti penurunan kepuasan hidup setahun kemudian.

- Laki-laki lebih mungkin mengalami pengalaman ini di usia 14 atau 15 tahun.

- Kedua jenis kelamin mengalami peningkatan kepekaan terhadap media sosial sekitar usia 19 tahun.

- Penurunan kepuasan hidup diikuti oleh peningkatan penggunaan media sosial, yang menunjukkan hal itu sebagai mekanisme koping.

Tetapi hasil penelitian mengenai apakah penggunaan media sosial secara langsung terkait dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental beragam.

Misalya, satu studi tahun 2021 yang berfokus pada siswa kelas 8 hingga 10 menemukan bahwa media sosial bukanlah penyebab gejala depresi pada remaja, kecuali pada anak perempuan yang sudah memiliki risiko kecil alami depresi.

Komentar