Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Korea Utara Produksi Obat dan Pasokan Medis Dalam Waktu Singkat

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:49 WIB
Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Korea Utara Produksi Obat dan Pasokan Medis Dalam Waktu Singkat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah COVID-19 saat memeriksa apotek di Pyongyang, dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 15 Mei 2022. ANTARA/KCNA via Reuters/as

Suara.com - Saat ini Korea Utara sedang berjuang melawan penyebaran virus corona Covid-19 dengan meningkatkan produksi obat-obatan dan pasokan medis, termasuk alat sterilisasi serta termometer.

Para warga juga menggunakan obat-obatan tradisional, yang diyakini efektif mencegah dan menyembuhkan penyakit berbahaya. Namun, belum ada bukti dari klaim tersebut.

Pabrik medis di Pyongyang dan daerah sekitarnya memproduksi jarum suntik, obat-obatan, termometer, dan persediaan medis lain dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu singkat.

Banyak bangsal isolasi dibuat dan mereka mulai mendisinfeksi beberapa tempat.

"Ribuan ton garam segera diangkut ke kota Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik," lapor kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA, dikutip The Guardian.

Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Laporan itu muncul setelah sang Presiden Kim Jong-un mengkritik distribusi obat-obatan yang tidak efektif dan mengecam para pejabat karena tanggapan mereka yang "tidak dewasa" terhadap wabah tersebut.

Tidak adanya vaksinasi nasional dan obat Covid-19 membuat pasien mengonsumsi obat penghilang rasa sakit umum, seperti ibuprofen dan amoksilin, serta antibiotik untuk menyembuhkan infeksi.

Mereka juga menggunakan pengobatan rumahan yang belum terbukti efektivitasnya, seperti berkumur dengan air garam, atau minum teh lonicra japonica atau teh daun willow.

"Perawatan tradisional adalah yang terbaik!" ujar seorang warga. Sementara warga lainnya meminum teh jahe dan membuka ventilasi di kamarnya.

Sejauh ini, Korea Utara telah melaporkan 1.978.230 kasus dengan gejala demam dan 63 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Ngamuk di Korea Utara, Fasilitas Kesehatan Ketar-ketir Tidak Siap

Virus Corona Ngamuk di Korea Utara, Fasilitas Kesehatan Ketar-ketir Tidak Siap

Health | Kamis, 19 Mei 2022 | 10:49 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Positif Baru Paling Banyak dari Korea Utara

Update Covid-19 Global: Kasus Positif Baru Paling Banyak dari Korea Utara

Health | Kamis, 19 Mei 2022 | 10:31 WIB

Warga Korea Utara Diminta Berkumur Air Garam untuk Lawan Covid-19

Warga Korea Utara Diminta Berkumur Air Garam untuk Lawan Covid-19

Health | Kamis, 19 Mei 2022 | 10:21 WIB

Terkini

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB