Kemenkes Umumkan Tambahan 2 Anak Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:12 WIB
Kemenkes Umumkan Tambahan 2 Anak Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Pixabay)

Suara.com - Kasus hepatitis akut misterius di Indonesia kembali bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan ada dua anak yang dinyatakan dilaporkan sakit. Masing-masing berada di Banten dan Sulawesi Selatan.

"Kedua kasus masih dalam klasifikasi pending," kata Juru bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril, Sp.P., dalam koferensi pers virtual, Selasa (24/5/2022).

Status kasus klasifikasi pending itu berarti anak mengalami gejala yang mirip dengan infeksi hepatitis akut misterius, tetapi masih menunggu hasil tes virus hepatitis A-E juga kemungkinan patogen lain.

Laporan baru tersebut menambah daftar kasus hepatitis akut misterius klasifikasi pending di Indonesia menjadi 15 anak. Dokter Syahril mengatakan, angka tersebut berdasarkan angka yang dilaporkan ke Kemenkes per Senin (23 Mei) pukul 16.00 WIB.

"Jadi sekarang 10 provinsi yang ada kasus hepatitis akut misterius. Khusus kasus probable itu baru ada satu di DKI. Lainnya masih pending clasification," ujar dokter spesialis paru tersebut.

Adapun kasus dengan klasifikasi pending tersebar di DKI Jakarta (4 kasus), Bali (2 kasus), Jawa Timur (2 kasus), Bangka Belitung (1 kasus), Banten (1 kasus), Sumatera Barat (1 kasus), Jambi (1 kasus), Yogyakarta (1 kasus), Nusa Tenggara Barat (1 kasus), dan Sulawesi Selatan (1 kasus).

Dokter Syahril mengatakan bahwa Kemenkes belum menerima data profil dua orang yang baru dilaporkan tersebut. Tetapi secara keseluruhan, 68,7 persen atau 11 anak merupakan laki-laki dan 31,3 persen atau 5 orang anak perempuan.

Jumlah pasien hepatitis akut misterius, baik probable dan klasifikasi pending, terbanyak terjadi pada anak usia 0-5 tahun.

"Usia 0 sampai 5 tahun ada 11 orang, kemudian usia 6 sampai 10 tahun ada 3 orang, dan usia 11 sampai 16 tahun dua orang," imbuhnya.

baca juga

Hingga saat ini, jumlah pasien yang meninggal ada 4 orang. Satu di antaranya dengan status probabel dan 3 klasifikasi pending. Sementara 12 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Diduga Hepatitis Akut Bertambah 2, Dideteksi di Banten dan Sulsel

Kasus Diduga Hepatitis Akut Bertambah 2, Dideteksi di Banten dan Sulsel

News | Selasa, 24 Mei 2022 | 16:10 WIB

PDUI Bagikan 4 Langkah yang Bisa Dilakukan Masyarakat Terkait Ancaman Hepatitis Akut Misterius

PDUI Bagikan 4 Langkah yang Bisa Dilakukan Masyarakat Terkait Ancaman Hepatitis Akut Misterius

Health | Selasa, 24 Mei 2022 | 14:26 WIB

Bukan Adenovirus Penyebab Hepatitis Akut Misterius pada Anak di Indonesia

Bukan Adenovirus Penyebab Hepatitis Akut Misterius pada Anak di Indonesia

Lampung | Selasa, 24 Mei 2022 | 12:38 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×