Pelajaran Biologi: Mengenal Proses Sintesis Protein dalam Tubuh Manusia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 25 Mei 2022 | 05:10 WIB
Pelajaran Biologi: Mengenal Proses Sintesis Protein dalam Tubuh Manusia
Ilustrasi tubuh manusia (Pixabay)

Suara.com - Tubuh manusia membutuhkan nutrisi gizi seimbang agar sehat dan bisa terhindar dari penyakit. Gizi seimbang mencakup zat gizi makro dan mikro di dalam.

Protein termasuk salah satu nutrisi zat gizi makro yang sangat dibutuhkan tubuh. Protein merupakan rantai panjang asam amino yang disintesis berdasarkan kode yang dibawa oleh informasi genetik berupa DNA.

Selain didapat dari makanan dan minuman, protein juga dapat terbentuk dalam tubuh melalui proses yang disebut sintesis protein

Dikutip dari Ruang Guru, sintesis protein merupakan proses pembentukan protein yang melibatkan peran DNA dan RNA. RNA adalah materi genetik dengan basa nitrogen terdiri dari Adenin (A), Guanin (G), Sitosin (C) dan Urasil (U).

Secara sederhana, sintesis protein terdiri dari dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi. Tahap pertama dalam sintesis protein berupa transkripsi yang berarti penyalinan sebagian DNA.

Proses ini harus menyalin DNA karena terletak di nukleus, sedangkan proses pembentukan protein berlangsung di ribosom yang letaknya di sitoplasma. 

DNA tidak dapat bergerak sendiri menuju ribosom, sehingga dibutuhkan fasilitator yaitu RNA polimerase untuk datang ke DNA, membuat cetakannya, lalu dibawa ke ribosom.

Setelah transkripsi selesai, berlanjut pada proses translasi. Ketika mRNA terbentuk, maka mRNA atau RNA messenger atau RNA “pembawa pesan” bisa membawa kode hasil salinan DNA ke ribosom. mRNA berisi kumpulan dari kodon-kodon DNA.

Setelah tiba di ribosom, maka proses translasi dapat dimulai. Translasi merupakan proses penerjemahan kode DNA sehingga menghasilkan rantai polipeptida penyusun protein.

baca juga

Secara singkat, sintesis protein merupakan proses pembentukan protein dari DNA oleh RNA yang tahapannya terdiri dari transkripsi dan translasi. 

Setelah mempelajari sintesis protein, maka dapat diketahui juga bagaimana proses perubahan gen dari DNA sampai menjadi protein.

Kebutuhan protein dalam tubuh dipengaruhi oleh kualitas protein yang ada dalam makanan. Untuk memenuhi kebutuhan protein, bisa mengonsumsi sumber dari hewani seperti daging, telur, dan susu. 

Tetapi, walaupun sudah mengonsumsi makanan-makanan tersebut, belum tentu protein di dalamnya bisa digunakan untuk sintesis protein. Karena bisa jadi sintesis protein dalam tubuh memang terganggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamu Harus Tau, Inilah 15 Fakta Menarik pada Tubuh Manusia

Kamu Harus Tau, Inilah 15 Fakta Menarik pada Tubuh Manusia

Your Say | Kamis, 28 April 2022 | 13:20 WIB

Manfaat Puasa untuk Tubuh: Regenerasi Sel Agar Selalu Baru

Manfaat Puasa untuk Tubuh: Regenerasi Sel Agar Selalu Baru

Health | Senin, 18 April 2022 | 13:32 WIB

Pelajaran Biologi: Mengenal 7 Susunan Sistem Saraf Pada Tubuh Manusia

Pelajaran Biologi: Mengenal 7 Susunan Sistem Saraf Pada Tubuh Manusia

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 11:10 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB