Cytomegalovirus Jadi Patogen yang Paling Banyak Ditemukan Pada Pasien Hepatitis Misterius

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:15 WIB
Cytomegalovirus Jadi Patogen yang Paling Banyak Ditemukan Pada Pasien Hepatitis Misterius
Ilustrasi Hepatitis Akut (Pixabay)

Suara.com - Penelitian tentang penyebab hepatitis misterius yang mengancam Indonesia mulai mendapat titik terang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada patogen yang sering ditemukan pada pasien hepatitis misterius.

Secara kumulatif, kasus hepatitis di Indonesia sampai saat ini ada 70 kasus yang tersebar di 21 provinsi. Dari 70 kasus itu ada 16 probable, 14 pending, dan 40 discarded.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan discarded artinya kasus yang disingkirkan karena penyebabnya sudah diketahui dan bukan dari kelompok hepatitis. Gejala terbanyak dialami pasien adalah demam, mual, muntah, dan kuning.

"Dari pemeriksaan PCR dan metagenomik terhadap 16 probable telah diketahui patogen paling banyak ditemukan pada pasien portable adalah cytomegalovirus (CMV) yakni 4 dari 15 pasien yang diperiksa," katanya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Kemudian 9 dari 16 pasien probable yang telah diperiksa PCR dan metagenomik terdeteksi virus dari famili herpesviridae yakni CMV, HSV1, HHV- 6A, HHV1, EBV.

Selanjutnya 1 pasien positif enterovirus dan 1 pasien positif adenovirus.

Sampai saat ini definisi hepatitis belum ada dibuatkan oleh WHO. Dr. Syahril melanjutkan masih menunggu definisi seperti halnya PCR positif untuk COVID-19, tapi untuk hepatitis ini masih belum ada yang disebut dengan konfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus itu telah menyebar ke 34 negara, termasuk Indonesia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengaku pihaknya belum bisa memastikan penyebab hepatitis akut tersebut. Ia juga mengungkapkan kalau jumlah kasus hepatitis akut misterius itu telah lebih dari 700.

baca juga

"Lebih dari 700 kemungkinan kasus kini telah dilaporkan ke WHO dari 34 negara, dan 112 kasus lainnya sedang diselidiki," kata Tedros dalam media Briefing di Jenewa pada Rabu (8/6/2022), sebagaimana dikutip dari situs resmi WHO.

Puluhan anak di antaranya yang mengidap penyakit tersebut mengalami kondisi buruk hingga membutuhkan transplantasi hati.

"Setidaknya 38 dari anak-anak ini membutuhkan transplantasi hati dan 10 telah meninggal. WHO terus bekerja sama dengan negara-negara untuk menyelidiki penyebab hepatitis pada anak-anak ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit yang Ditularkan Air, Bagaimana Bisa?

Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit yang Ditularkan Air, Bagaimana Bisa?

Health | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:30 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:43 WIB

Ternyata Gejala Hepatitis A,  Jessica Iskandar Kira Dirinya Cuma Demam

Ternyata Gejala Hepatitis A, Jessica Iskandar Kira Dirinya Cuma Demam

Video | Minggu, 19 April 2026 | 09:00 WIB

Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin

Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin

Entertainment | Jum'at, 17 April 2026 | 21:00 WIB

Belajar dari Jessica Iskandar, Jaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar Hepatitis A

Belajar dari Jessica Iskandar, Jaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar Hepatitis A

Entertainment | Jum'at, 17 April 2026 | 16:39 WIB

Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia

Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia

Health | Selasa, 29 April 2025 | 14:34 WIB

Ini Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B, C, D, dan E

Ini Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B, C, D, dan E

News | Senin, 28 April 2025 | 16:41 WIB

KONI Gelar Vaksinasi Hepatitis A untuk Atlet

KONI Gelar Vaksinasi Hepatitis A untuk Atlet

Sport | Kamis, 20 Maret 2025 | 11:19 WIB

Terkini

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:39 WIB

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras

Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras

Bogor | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Telat Hampir 2 Tahun, Prabowo Langgar Undang-Undang Soal Angkat Wantimpres

Telat Hampir 2 Tahun, Prabowo Langgar Undang-Undang Soal Angkat Wantimpres

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Tragedi Jalan Menurun Puncak: Elf Hilang Kendali, Tabrak Tembok Jembatan Ciawi Hingga Masuk Sungai

Tragedi Jalan Menurun Puncak: Elf Hilang Kendali, Tabrak Tembok Jembatan Ciawi Hingga Masuk Sungai

Bogor | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:14 WIB

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:10 WIB

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:04 WIB

×