facebook

China Laporkan Penurunan Kasus Covid-19, Penerbangan Internasional Kembali Dibuka

M. Reza Sulaiman
China Laporkan Penurunan Kasus Covid-19, Penerbangan Internasional Kembali Dibuka
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

Pemerintah China melaporkan penurunan kasus Covid-19 setelah sempat mengalami badai kenaikan kasus bulan sebelumnya.

Suara.com - Pemerintah China melaporkan penurunan kasus Covid-19 setelah sempat mengalami badai kenaikan kasus bulan sebelumnya.

Dilansir ANTARA, 460 kasus baru dilaporkan pada 3 Juli 2022, dengan 388 di antaranya tidak memiliki gejala.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan angka itu turun dibandingkan dengan 473 kasus baru sehari sebelumnya --104 infeksi bergejala dan 369 tanpa gejala, yang dihitung secara terpisah oleh China.

Tidak ada kematian baru, sehingga kematian nasional tetap berada di angka 5.226.

Baca Juga: Presiden Singapura Halimah Yacob Positif Covid-19, Ini Gejala yang Dialaminya

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Hingga Minggu (3/7), China daratan telah mengonfirmasi 225.923 kasus dengan gejala. Ibu kota China, Beijing, melaporkan tidak ada kasus lokal baru, sama dengan sehari sebelumnya, kata pemerintah setempat.

Shanghai melaporkan dua kasus baru bergejala lewat penularan lokal, sama seperti sehari sebelumnya, dan satu kasus tanpa gejala lewat penularan lokal versus nol kasus pada hari sebelumnya, menurut data pemerintah setempat.

Penurunan kasus Covid-19 membuat China mulai membuka kembali jalur penerbangan internasional, baik yang dilayani oleh maskapai dalam maupun luar negeri.

Beijing yang sejak awal 2020 tertutup bagi penerbangan internasional juga mulai membuka diri.

Pemulihan jalur penerbangan internasional tersebut terkait erat dengan keberhasilan China dalam mengendalikan pandemi COVID-19, tulis media setempat, Sabtu.

Baca Juga: Halo Jadi Penyelamat Guanyu Zhou di F1 GP Inggris 2022

Maskapai penerbangan "pelat merah" Air China membuka beberapa jalur penerbangan internasional ke Eropa dan Asia, termasuk Beijing-Dubai pergi-pulang.

Komentar