Hati-Hati, Jenis Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Perut!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 17:41 WIB
Hati-Hati, Jenis Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Perut!
Ilustrasi sakit perut, kanker perut (Elements Envato)

Suara.com - Kanker adalah salah satu jenis penyakit serius yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup yang buruk.

Tapi, ada bukti kuat yang dilaporkan oleh World Cancer Research Fund tahun 2018 bahwa jenis sayuran tertentu bisa meningkatkan risiko kanker perut.

"Laporan terbaru kami pada 2018 menemukan bukti kuat bahwa makanan tinggi garam tertentu adalah penyebab kanker perut," jelas laporan tersebut dikutip dari Express.

Menurut catatan kesehatan tubuh, makanan yang dimaksudkan ini adalah makanan yang diawetkan dengan garam, seperti daging, sayuran, dan ikan.

Para ilmuwan percaya bahwa peningkatan risiko kanker ini berasal dari makanan yang diawetkan dengan garam. Hal ini disebabkan oleh jumlah garam dalam makanan yang terlalu besar selama proses pengawetan.

Ilustrasi sayuran yang diawetkan dengan garam (Pixabay.com/Sponchia)
Ilustrasi sayuran yang diawetkan dengan garam (Pixabay.com/Sponchia)

Penelitian eksperimental ini telah menunjukkan bahwa garam bisa merusak lapisan perut dan menyebabkan lesi, yang bisa berkembang menjadi kanker perut bila diabaikan.

Semakin banyak bukti menarik mengenai hubungan antara makanan yang diawetkan dengan garam dan kanker perut.

Satu meta-analisis, yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition, menilai hubungan antara kebiasaan asupan garam dan risiko kanker perut dalam studi prospektif.

Dalam analisis gabungan dari tujuh studi, asupan garam yang tinggi dan rendah berkaitan dengan peningkatan risiko kanker perut.

"Hubungan itu lebih kuat pada populasi Jepang dan konsumsi makanan tinggi garam juga berkaitan dengan risiko kanker perut yang lebih besar," katanya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa asupan garam dalam makanan secara langsung berkaitan dengan risiko kanker lambung dalam studi populasi prospektif.

Perlu dicatat bahwa bukti yang menghubungkan garam dengan risiko kanker tidak meyakinkan. Karena, badan kesehatan menemukan bukti mengenai asupan garam total dan risiko kanker perut belum kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Manfaat dari Mengonsumsi Seduhan Saffron bagi Kesehatan Tubuh

4 Manfaat dari Mengonsumsi Seduhan Saffron bagi Kesehatan Tubuh

Your Say | Rabu, 13 Juli 2022 | 13:24 WIB

Wanita Ini Idap Kanker Kulit hingga Kepala Pitak Gara-gara Sering Berjemur, Ini Penyebabnya

Wanita Ini Idap Kanker Kulit hingga Kepala Pitak Gara-gara Sering Berjemur, Ini Penyebabnya

Sumbar | Rabu, 13 Juli 2022 | 14:15 WIB

Terpopuler Kesehatan: Penyintas Covid-19 Bisa Terserang Omicron BA.5, Berjemur Tanpa Sunscreen Bikin Kanker Kulit

Terpopuler Kesehatan: Penyintas Covid-19 Bisa Terserang Omicron BA.5, Berjemur Tanpa Sunscreen Bikin Kanker Kulit

Health | Selasa, 12 Juli 2022 | 21:20 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB