Minum Obat dengan Kopi Apakah Membahayakan Tubuh? Dokter Senior Ungkap Faktanya

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 28 Juli 2022 | 06:55 WIB
Minum Obat dengan Kopi Apakah Membahayakan Tubuh? Dokter Senior Ungkap Faktanya
Minum Kopi (Envato)

Suara.com - Ada kabar baik untuk para penggemar kopi. Apabila sedang rutin mengonsumsi obat, bisa saja, lho, meminumnya dengan kopi. Tetapi, dengan catatan harus dikonsultasikan dulu kepada dokter.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., tidak masalah minum obat dengan kopi asalkan masih dalam dosis normal dan berdasarkan izin dokter. Sebab ada jenis obat yang cara kerjanya dapat terpengaruh jika dibarengi dengan minum kopi.

"Beberapa obat seperti teofilin (obat sesak napas) dan glimepirid (obat diabet) memang bisa dipengaruhi oleh kopi," kata prof. Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (27/7/2022).

Ilustrasi wanita sedang meminum kopi. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi wanita sedang meminum kopi. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Apabila obat teofilin dikonsumsi bersama dengan kopi, lanjutnya, bisa menyebabkan efek sampingnya bertambah. Karena kandungan teofilin dan kafein ada yang berefek sama, yaitu merelaksasikan otot-otot untuk membuka saluran napas.

Menurut prof. Zubairi, mengombinasikan obat teofilin dengan kopi tidak cocok. Karena dapat meningkatkan efek dari teofilin, baik dalam cara kerjanya, efektivitas obat maupun efek samping.

Sementara obat glimepirid yang biasa dikonsumsi pasien diabetes juga harus lebih sering mengecek kadar gula darah apabila mengonsumsi obat dengan kopi.

"Prinsipnya kopi itu dapat meningkatkan kadar gula pada beberapa orang. Sehingga, efeknya akan berlawanan dengan obat diabet. Jadi, pasien diabet yang doyan kopi memang harus memonitor kadar gula darahnya lebih sering," pesannya.

Profesor Zubairi sendiri mengaku cukup sering mengonsumsi obat dengan kopi. Tetapi, apabila pasien ragu untuk mengombinasikannya, ia menyarankan untuk beri jarak sekitar 1–2 jam setelah mengonsumsi obat.

"Tapi hal itu tetap didasari konsultasi dengan dokter. Jika orang itu enggak pernah minum kopi, tapi tidak sengaja mengonsumsinya dengan obat tertentu juga harus hati-hati. Kalau enggak pernah minum kopi, kemudian ngopi, tekanan darahnya bisa naik sebentar, apalagi ditambah obat," jelasnya.

baca juga

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa minum kopi tiga sampai empat cangkir sehari bisa mengurangi risiko kematian, kata prof. Zubairi. Di banyak penelitian bahkan bisa mengurangi risiko serangan jantung.

"Kopi itu bagian dari hidup sehat. Jadi, konsumsi sayur, buah, dan kopi itu bagian dari hidup sehat. Namun, jika tukang ngopi mau minum obat, pastikan baca instruksinya dan juga berkonsultasi dengan dokter," pesannya.

Minum Obat dengan Kopi Apakah Membahayakan Tubuh? Dokter Senior Ungkap Faktanya

Ada kabar baik untuk para penggemar kopi. Apabila sedang rutin mengonsumsi obat, bisa saja, lho, meminumnya dengan kopi. Tetapi, dengan catatan harus dikonsultasikan dulu kepada dokter.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., tidak masalah minum obat dengan kopi asalkan masih dalam dosis normal dan berdasarkan izin dokter. Sebab ada jenis obat yang cara kerjanya dapat terpengaruh jika dibarengi dengan minum kopi.

"Beberapa obat seperti teofilin (obat sesak napas) dan glimepirid (obat diabet) memang bisa dipengaruhi oleh kopi," kata prof. Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (27/7/2022).

Apabila obat teofilin dikonsumsi bersama dengan kopi, lanjutnya, bisa menyebabkan efek sampingnya bertambah. Karena kandungan teofilin dan kafein ada yang berefek sama, yaitu merelaksasikan otot-otot untuk membuka saluran napas.

Menurut prof. Zubairi, mengombinasikan obat teofilin dengan kopi tidak cocok. Karena dapat meningkatkan efek dari teofilin, baik dalam cara kerjanya, efektivitas obat maupun efek samping.

Sementara obat glimepirid yang biasa dikonsumsi pasien diabetes juga harus lebih sering mengecek kadar gula darah apabila mengonsumsi obat dengan kopi.

"Prinsipnya kopi itu dapat meningkatkan kadar gula pada beberapa orang. Sehingga, efeknya akan berlawanan dengan obat diabet. Jadi, pasien diabet yang doyan kopi memang harus memonitor kadar gula darahnya lebih sering," pesannya.

Profesor Zubairi sendiri mengaku cukup sering mengonsumsi obat dengan kopi. Tetapi, apabila pasien ragu untuk mengombinasikannya, ia menyarankan untuk beri jarak sekitar 1–2 jam setelah mengonsumsi obat.

"Tapi hal itu tetap didasari konsultasi dengan dokter. Jika orang itu enggak pernah minum kopi, tapi tidak sengaja mengonsumsinya dengan obat tertentu juga harus hati-hati. Kalau enggak pernah minum kopi, kemudian ngopi, tekanan darahnya bisa naik sebentar, apalagi ditambah obat," jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa minum kopi tiga sampai empat cangkir sehari bisa mengurangi risiko kematian, kata prof. Zubairi. Di banyak penelitian bahkan bisa mengurangi risiko serangan jantung.

"Kopi itu bagian dari hidup sehat. Jadi, konsumsi sayur, buah, dan kopi itu bagian dari hidup sehat. Namun, jika tukang ngopi mau minum obat, pastikan baca instruksinya dan juga berkonsultasi dengan dokter," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berawal dari Kuala Lumpur, Zus Coffee Kini Siap Temani Perjalanan Harian Pecinta Kopi Indonesia

Berawal dari Kuala Lumpur, Zus Coffee Kini Siap Temani Perjalanan Harian Pecinta Kopi Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:28 WIB

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB

Cara Atur Jam Minum Obat 3 Kali Sehari saat Puasa: Dosis Aman, Ibadah Tetap Nyaman

Cara Atur Jam Minum Obat 3 Kali Sehari saat Puasa: Dosis Aman, Ibadah Tetap Nyaman

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:55 WIB

Bolehkah Minum Kopi saat Buka Puasa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Bolehkah Minum Kopi saat Buka Puasa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:00 WIB

Sahur atau Buka, Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter

Sahur atau Buka, Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter

Lifestyle | Rabu, 18 Februari 2026 | 12:35 WIB

Indonesia Miliki 461 Ribu Kedai Kopi, Tapi Sudahkah Kita Ngopi Sehat?

Indonesia Miliki 461 Ribu Kedai Kopi, Tapi Sudahkah Kita Ngopi Sehat?

Your Say | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45 WIB

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya Menurut Penelitian

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya Menurut Penelitian

Lifestyle | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:10 WIB

Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 6 'Sisi Gelap' Kopi yang Jarang Kamu Sadari

Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 6 'Sisi Gelap' Kopi yang Jarang Kamu Sadari

Your Say | Senin, 24 November 2025 | 09:27 WIB

Minum Kopi Pagi vs Malam: Efeknya Ternyata Beda Buat Badan, Kamu Tim yang Mana?

Minum Kopi Pagi vs Malam: Efeknya Ternyata Beda Buat Badan, Kamu Tim yang Mana?

Your Say | Minggu, 23 November 2025 | 12:20 WIB

Anak Kopi Wajib Tahu! Berapa Sih Batas Aman 'Nyandu' Kafein Sehari Biar Nggak Berakhir Gemetaran?

Anak Kopi Wajib Tahu! Berapa Sih Batas Aman 'Nyandu' Kafein Sehari Biar Nggak Berakhir Gemetaran?

Your Say | Kamis, 20 November 2025 | 15:13 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×