Waduh, Keberadaan Rokok Ilegal dan Murah Bikin Jumlah Perokok Semakin Banyak!

Rabu, 03 Agustus 2022 | 14:05 WIB
Waduh, Keberadaan Rokok Ilegal dan Murah Bikin Jumlah Perokok Semakin Banyak!
Sejumlah Pekerja menyelesaikan proses pembuatan rokok di Pabrik Rokok Kudus. [Dok.Antara]

Suara.com - Siapa sangka sistem cukai rokok yang berjenjang setiap tahun di Indonesia ternyata menguntungkan industri rokok. Hal itu karena semakin beri peluang perokok beralih ke rokok yang lebih murah.

Bahkan data menunjukan industri rokok tetap meraih untung selama pandemi Covid-19. Seperti Gudang Garam Tbk, (GGRM), tercatat meraih pendapatan sebesar Rp 60,6 triliun atau naik 12,9 persen secara year on year sepanjang semester I 2021

"Untuk menurunkan prevalensi perokok, RPJMN menargetkan untuk menguatkan kebijakan cukai serta simplifikasi tarif cukai. Indonesia sudah menerapkan beberapa perbaikan untuk kebijakan cukai, mulai dari mengganti bentuk cukai ad valorem hingga mengupayakan simplifikasi layers," ujar Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Kementerian Keuangan, Iyan Rubianto dalam keterangan yang diterima suara.com, Rabu (3/8/2022).

Tidak hanya itu, TC Program Officer SEATCA, dr. Anton Javier, juga mengatakan akibat kebijakan cukai rokok yang tidak optimal di Indonesia, setidaknya Rp 108,4 triliun dana hilang, ditambah adanya 457.700 kematian masyarakat Indonesia akibat masalah rokok.

Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]

"Jika layer cukai tembakau ini disimplifikasi secara progresif, penerimaan negara dan dampak kepada kondisi kesehatan masyarakat tentu akan membaik seiring waktu. Penyederhanaan layer cukai hingga menaikan level cukai hingga 25 persen dari baseline adalah rekomendasi kebijakan kami yang dapat diambil oleh pemerintah Indonesia,” terang dr. Anton.

Bahkan Ahli Pajak WHO (organisasi kesehatan dunia) dr. Anne Marie Perucic juga membantah dalih industri rokok, terkait petani tembakau dan buruh linting yang mata pencahariannya terancam karena aturan ketat untuk regulasi rokok.

"Petani tembakau, buruh linting dan buruh pabrik rokok ternyata tidak memiliki penerimaan yang cukup baik, pemerintah dapat mengakomodir program yang bermanfaat bagi mereka agar terhindar dari masalah jerat industri," ungkap dr. Anne.

Ditambah menurut dr. Anne keberadaan rokok ilegal yang membuat tenaga kerja semakin murah, semakin memperburuk situasi dan kebijakan cukai tidak optimal, tapi semakin memperbanyak jumlah perokok karena rokok ilegal yang murah.

"Justru rokok ilegal dan masalah ketenagakerjaan bukan serta merta diakibatkan oleh cukai, melainkan masalah yang timbul dalam rantai pasok industri tembakau. Ketika kebijakan cukai dijalankan dengan optimal, pemerintah juga akan mendapatkan dampak yang baik untuk diarahkan kepada kebutuhan masyarakat," tutup dr. Anne.

Baca Juga: Bea Cukai Terus Tingkatkan Komitmen PUG dalam Setiap Kebijakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI