Muncul Bintik Merah di Mata, Waspadai Tanda Hipertensi

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 17 Agustus 2022 | 18:30 WIB
Muncul Bintik Merah di Mata, Waspadai Tanda Hipertensi
Ilustrasi: mata merah. (Shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi, adalah suatu kondisi di mana kekuatan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Sangat penting untuk memantau tekanan darah tinggi karena memberi tekanan pada organ Anda dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Salah satu hal paling berbahaya tentang hipertensi adalah Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mengidapnya. Ini karena hampir tidak memiliki gejala apa pun, hingga kondisinya menjadi terlalu parah. Cara terbaik untuk mengidentifikasi tekanan darah tinggi adalah dengan memantaunya secara teratur. Anda juga bisa mengeceknya di rumah.

Jika tekanan darah Anda terlalu tinggi, mungkin ada gejala tertentu yang harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter. Salah satunya jika ini bisa dideteksi dari mata.

Bintik-bintik merah di depan mata bisa menjadi tanda tekanan darah tinggi. Ini bisa disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah. Yang terbaik adalah memeriksakan mata Anda terutama jika mata tetap merah untuk beberapa waktu.

Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi dengan penglihatan. Ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut retinopati hipertensi, di mana dinding pembuluh darah menebal dan membatasi aliran darah. Retina juga bisa menjadi bengkak dan pembuluh darah bisa bocor.

Terlepas dari tanda-tanda di mata, gejala lain dari tekanan darah tinggi meliputi:

  • Sakit dada
  • Sulit bernafas
  • Darah dalam urin
  • Berdebar di dada, leher, atau telinga Anda
  • Sakit kepala parah
  • Mimisan
  • Kelelahan

Penting untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat menempatkan Anda pada risiko tekanan darah tinggi. Jika Anda memiliki salah satu dari ini, cobalah untuk mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk mencegah tekanan darah tinggi sejak awal.

Jika Anda kelebihan berat badan atau tidak cukup berolahraga, maka Anda berisiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi. Makan terlalu banyak garam dan tidak cukup makan buah dan sayuran juga menempatkan Anda pada risiko. Faktor risiko lain termasuk minum terlalu banyak alkohol atau kopi dan merokok.

Usia yang lebih tua seperti berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi berarti Anda harus mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari tekanan darah tinggi. Tidak cukup tidur atau mengalami gangguan tidur juga dapat membuat Anda berisiko.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Penyebab Mata Gatal, Bisa Jadi karena Iritasi Produk Kecantikan

5 Penyebab Mata Gatal, Bisa Jadi karena Iritasi Produk Kecantikan

Health | Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:07 WIB

5 Cara Alami Menebalkan dan Memanjangkan Bulu Mata Lentik

5 Cara Alami Menebalkan dan Memanjangkan Bulu Mata Lentik

Poptren | Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:19 WIB

Pakar Ungkap 5 Cara Alami Menebalkan dan Memanjangkan Bulu Mata Biar Makin Lentik

Pakar Ungkap 5 Cara Alami Menebalkan dan Memanjangkan Bulu Mata Biar Makin Lentik

Lifestyle | Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:10 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×