Cacar Monyet Sudah Menginfeksi Anak-Anak: Seperti Apa Gejalanya dan Apa yang Harus Dilakukan?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 28 Agustus 2022 | 17:24 WIB
Cacar Monyet Sudah Menginfeksi Anak-Anak: Seperti Apa Gejalanya dan Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi Anak-anak (Pixabay)

Suara.com - Cacar monyet sudah menginfeksi sejumlah anak-anak beberapa kota di Amerika, seperti New York City hingga Seattle.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengungkpa bahwa ada kemungkinan cacar monyet berakibat parah pada anak di bawah 8 tahun, terutama pada anak yang penyakit tertentu seperti eksim.

CDC menjelaskan bahwa gejala cacar monyet pada anak-anak mirip dengan tanda yang muncul pada orang dewasa. Umumnya dimulai dari ruam yang mungkin terlihat seperti alergi, atau cacar air.

Menyadur New York Post, ruam akan dengan cepat membentuk lesi dalam dua hingga empat minggu sejak terinfeksi. Setelahnya, menjadi lepuhan, pustula, dan koreng.

Anak-anak yang terinfeksi juga cenderung mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, dan sakit kepala.

Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

Meski begitu, risiko anak-anak serta remaja tertular virus tetap rendah karena beberapa kasus yang terdeteksi cepat dirawat dan dikarantina.

American Academy of Pediatrics juga mengatakan bahwa infeksi pada anak serta remaja di AS sejauh ini masih ringan.

Apa yang harus dilakukan jika anak terkena cacar monyet?

Bila anak bersentuhan dengan seseorang yang menderita cacar monyet, mereka harus diawasi secara ketat selama 21 hari. Jika gejala muncul, mereka harus mengisolasi diri dari teman sebaya dan memakai masker.

baca juga

CDC menyarankan kepada siapa pun, baik anak-anak atau orang dewasa, yang terinfeksi virus monkeypox harus mengisolasi sampai semua keropeng dan ruam hilang.

Itu bisa memakan waktu hingga empat minggu setelah gejala pertama kali dimulai.

Hingga kini, tidak ada kematian terkait cacar monyet pada anak-anak. Namun, penyakit ini bisa menyiksa dan berlanjut selama lebih dari sebulan, sehingga tidak boleh dianggap enteng.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Mencegah dan Mengatasi Cacar Monyet

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Mencegah dan Mengatasi Cacar Monyet

Your Say | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:40 WIB

Bisakah HIV Menambah Risiko Terinfeksi Covid-19 dan Cacar Monyet? Ini Kata Ketua Satgas IDI

Bisakah HIV Menambah Risiko Terinfeksi Covid-19 dan Cacar Monyet? Ini Kata Ketua Satgas IDI

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 19:54 WIB

Sempat Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet, Dua Warga Depok Dinyatakan Negatif

Sempat Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet, Dua Warga Depok Dinyatakan Negatif

News | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB