Jadi Alat Kontrasepsi Populer, Ketahui Fungsi dan Efek Samping Pil KB dan Suntik KB

Vania Rossa | Fajar Ramadhan | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 10:56 WIB
Jadi Alat Kontrasepsi Populer, Ketahui Fungsi dan Efek Samping Pil KB dan Suntik KB
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pil KB atau suntik KB merupakan alat kontrasepsi yang umum digunakan oleh pasangan yang ingin menunda kehamilan setelah menikah, atau oleh perempuan yang belum lama melahirkan, untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang cukup dekat.

Bingung memilih di antara kedua alat kontrasepsi ini? Dokter sekaligus kreator konten dr. Ema Surya Pertiwi, menjelaskan secara rinci mengenai pil KB dan suntik KB, dalam kanal YouTube-nya Emasuperr.

Pil KB

Pil KB terbagi menjadi dua, yaitu pil KB mini dan pil KB kombinasi.

1. Pil KB mini

Berdasarkan keterangan dr. Ema, pil KB mini mengandung progesteron yang berfungsi mengentalkan lendir serviks. Hal ini akan mencegah sperma masuk bertemu sel telur di dalam rahim.

Selain itu, pil KB mini juga dapat menghentikan ovarium melepaskan telur sehingga mencegah wanita mengalami masa subur beberapa saat.

Namun, penggunaan pil KB mini juga memberikan efek samping seperti bercak pendarahan saat menstruasi, kenaikan berat badan, sakit pada bagian payudara dan kepala, mual, hingga munculnya jerawat.

2. Pil KB kombinasi

Untuk pil KB kombinasi, kandungan yang terdapat di dalamnya tidak hanya progesteron, tetapi juga estrogen. Adanya estrogen akan membantu membuat kulit penggunanya lebih cantik. Hal ini juga membantu untuk menunda kehamilan pada wanita. Tidak hanya itu, pil KB kombinasi juga menangani jerawat akibat hormon yang tidak seimbang.

Meski demikian, penggunaannya dapat memberikan efek samping seperti sakit kepala, sakit perut, nyeri payudara, serta perubahan suasana hati. Adanya kandungan estrogen juga bisa berisiko membuat pembekuan darah atau stroke pada usia 35 tahun ke atas.

Oleh karena itu, wanita yang memiliki risiko tinggi tidak disarankan untuk meminum pil KB kombinasi ini.

Lebih lanjut dr. Ema menuturkan, pil KB harus bisa diminum setiap hari pada jam yang sama. Keberhasilan penggunaan ini juga mencapai 85-87 persen jika diminum secara teratur. Pil KB juga membantu menstabilkan hormon menstruasi pada wanita.

Pil KB diminum selama 21 hari. Setelah tidak mengonsumsinya lagi, kondisi wanita juga bisa langsung memasuki masa subur.

Suntik KB

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Temukan Efek Samping Baru dari Pil KB pada Perilaku Wanita

Ahli Temukan Efek Samping Baru dari Pil KB pada Perilaku Wanita

Health | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 22:31 WIB

Sengaja Pasang IUD Tetapi Tidak Efektif, Wanita Ini Pilih Menggugurkan Kandungan

Sengaja Pasang IUD Tetapi Tidak Efektif, Wanita Ini Pilih Menggugurkan Kandungan

Health | Senin, 08 Agustus 2022 | 13:54 WIB

Punya 13 Anak, Ibu Ini Mengaku Tak Mempan dengan Alat Kontrasepsi

Punya 13 Anak, Ibu Ini Mengaku Tak Mempan dengan Alat Kontrasepsi

Lifestyle | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB