Busui Minum Air Es Bisa Bikin ASI Dingin dan Bayi Batuk Pilek? Begini Kata Dokter

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 13:04 WIB
Busui Minum Air Es Bisa Bikin ASI Dingin dan Bayi Batuk Pilek? Begini Kata Dokter
Ilustrasi Minum Air Es (pixabay)

Suara.com - Pengalaman pertama menjadi seorang ibu tentu jadi hal yang mendebarkan bagi perempuan. Lantaran ingin memberikan yang terbaik untuk anak, kerap ibu mudah terpengaruh dengan berbagai ucapan dari orang lain tentang larangan ini dan itu yang sebenarnya belum tentu benar secara medis. Salah satu mitos yang masih sering berseliweran di masyarakat Indonesia, yakni tentang konsumsi air es oleh ibu menyusui bisa menyebabkan ASI jadi dingin dan menyebabkan bayi mengidap batuk pilek (bapil). Padahal anggapan tersebut salah.

"Kalau ibu menyusui katanya nanti bayi jadi bapil? Faktanya, sebenarnya tidak ada hubungannya," kata dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.

Bayi yang alami flu bisa karena infeksi bakteri maupun non infeksi. Dokter Jeffry berpesan, ibu harus bisa membedakan keduanya untuk tahu cara penangannya.

"Kalau infeksi disebabkan virus influensa, saluran napas atas atau mungkin infeksi bakteri juga bisa. Non infeksi bisa karena suhu terlalu dingin, ruangan atau daerah terlalu dingin. Kemudian banyak polusi, ada banyak debu, mungkin bapaknya merokok, atau sering dipakaikan bedak sehingga masuk ke saluran napas jadi pilek," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa bayi yang alami batuk dan pilek tidak disebabkan secara langsung akibat ibu minum air es. ASI juga tidak otomatis menjadi dingin sekalipun ibu banyak konsumsi air es.

Dokter Jeffry menjelaskan, saat air dingin masuk ke tubuh melalui kerongkongan, suhunya akan langsung disesuaikan dengan suhu tubuh. Air itu lalu diserap, sebagian untuk kebutuhan ubu dan sebagian lagi untuk menjadi ASI. Sehingga, saat terproses menjadi ASI pun suhunya akan tetap normal.

Sedangkan, apabila ibu memang sudah mengidap pilek kemudian menyusui secara langsung bayinya, hal tersebut bisa saja menularkan ke bayi.

"Jadi pilek bukan karena ibu minum air es kemudian menyusui bayi jadi pilek. Mungkin aja ibu kebanyakan minum air es, kemudian ada peradangan disaluran nafas. Ada virus, lalu masuk, nular ke bayi, jadi bukan dari minum es," pungkas dokter Jeffry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil Minum Air Es Bikin Ukuran Bayi Jadi Besar, Dokter: Itu Mitos!

Ibu Hamil Minum Air Es Bikin Ukuran Bayi Jadi Besar, Dokter: Itu Mitos!

Health | Minggu, 28 Agustus 2022 | 15:35 WIB

5 Mitos Tentang Mata Minus, Benarkah Makan Wortel Tak Ada Gunanya?

5 Mitos Tentang Mata Minus, Benarkah Makan Wortel Tak Ada Gunanya?

Your Say | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 13:01 WIB

Ratusan Kasus Ditemukan di Bandung, Ini 9 Mitos Tentang HIV/AIDS dan Stigma Pengidapnya

Ratusan Kasus Ditemukan di Bandung, Ini 9 Mitos Tentang HIV/AIDS dan Stigma Pengidapnya

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB