Satu Pil Ini Bisa Mencegah Penyakit Jantung Kambuh, Obat Apa Itu?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Satu Pil Ini Bisa Mencegah Penyakit Jantung Kambuh, Obat Apa Itu?
Ilustrasi obat jantung. (Elements Envanto)

Suara.com - Meminum satu buah obat, dikenal sebagai polypill, dinilai lebih baik bagi pasien penyakit jantung, daripada harus mengonsumsi lebih dari jumlah tersebut.

Polypill disebut dapat mengurangi kemungkinan kejadian terkait penyakit jantung, menurut sebuah penelitian yang diumumkan pada Jumat (26/8/2022) pekan lalu di European Society of Cardiology Congress (ESC) di Barcelona, Spanyol.

Maksud dari kejadian terkait penyakit jantung adalah stroke non fatal, infark miokard (serangan jantung) non fatal, dan kebutuhan menjalani tindakan revaskularisasi koroner darurat.

Obat yang dijual dengan nama Trinomia, mengandung tiga bahan aktif, yakni aspirin (100 mg), ACE inhibitor ramipril (2,5, 5, atau 10 mg) dan atorvastatin (20 atau 40 mg).

Ini pertama kalinya obat popypill terbukti dapat mengurangi kejadian terkait penyakit jantung pada orang yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, lapor New York Post.

Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)
Ilustrasi obat jantung (Pixabay)

Menurut peneliti, itu terjadi karena pasien menjadi lebih patuh untuk mengonsumsi obat karena lebih 'sederhana', daripada harus meminum pil secara terpisah.

Sebab, umumnya setelah pulih dari serangan jantung, pasien menjadi tidak konsisten dengan rejimen pengobatan yang sudah diresepkan dokter.

"Meski sebagian besar pasien pada awalnya mematuhi pengobatan setelah serangan jantung, kepatuhan menurun setelah beberapa bulan pertama," kata kepala dokter Rumah Sakit Mount Sinai, Valentin Fuster.

Padahal, kepatuhan dalam mengonsumsi obat setelah mengalami serangan jantung sangat penting untuk mencegah kekambuhan.

Polypill dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kardiovaskular Nasional Spanyol (CNIC) dan Ferrer. Namun, obat ini belum tersedia di beberapa negara.

"Dengan menyederhanakan pengobatan dan meningkatkan kepatuhan, pendekatan ini berpotensi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular berulang dan kematian dalam skala global," tandas Fuster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Posisi Tubuh saat Minum Obat Ternyata Pengaruhi Proses Penyerapan

Penelitian: Posisi Tubuh saat Minum Obat Ternyata Pengaruhi Proses Penyerapan

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 10:34 WIB

Polisi Bongkar Pengiriman Obat Keras Pakai Jasa Ekspedisi

Polisi Bongkar Pengiriman Obat Keras Pakai Jasa Ekspedisi

| Sabtu, 27 Agustus 2022 | 21:34 WIB

Video Viral Kakek 101 Tahun Beli Obat untuk Sang Istri Pakai Uang Koin, Warganet Prihatin

Video Viral Kakek 101 Tahun Beli Obat untuk Sang Istri Pakai Uang Koin, Warganet Prihatin

Your Say | Sabtu, 27 Agustus 2022 | 19:28 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB