Heboh Ratusan Mahasiswa di Bandung Positif HIV/AIDS, Prof. Zubairi Djoerban Bongkar Beberapa Penyebabnya

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Rabu, 31 Agustus 2022 | 09:53 WIB
Heboh Ratusan Mahasiswa di Bandung Positif HIV/AIDS, Prof. Zubairi Djoerban Bongkar Beberapa Penyebabnya
HIV AIDS (unsplash)

Suara.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Hematologi-Onkologi (kanker) Prof. Zubairi Djoerban menanggapi hebohnya isu ratusan mahasiswa di Bandung yang dinyatakan positif HIV/AIDS berdasarkan akumulasi data sejak 1991 hingga 2021.

Besarnya angka HIV/AIDS pada mahasiswa, menurut Prof. Zubairi Djoerban terjadi karena perilaku seksual yang tidak terkontrol.

Prof. Zubairi Djoerban mengatakan banyak mahasiswa yang ingin mencoba-coba atau terpengaruh dengan teman sebayanya. Hal tersebut yang memberikan dorongan para mahasiswa memiliki hasrat seksual.

“Ini karena perilaku yang baru ingin mencoba, terpengaruh teman ingin pengalaman seksual,” tutur Prof. Zubairi Djoerban saat ditemui di Gedung PB IDI Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2022).

Selain itu, menurut Prof. Zubairi Djoerban, faktor ekonomi juga menjadi penyebab banyak remaja yang menderita HIV/AIDS. Hal tersebut mendorong para remaja melakukan prostitusi di usianya yang muda. Padahal, usia remaja menjadi waktu rentan terserang virus HIV/AIDS.

“Kemudian masalah ekonomi, banyak remaja yang kurang beruntung memerlukan dukungan ekonomi. Itu yang membuat timbul prostitusi anak dan sekarang pada mahasiswa. Padahal mahasiswa kelompok 17-24 tahun, termasuk mudah terkena HIV AIDS,” sambungnya.

Tidak hanya faktor seksual, Prof. Zubairi Djoerban menambahkan, narkotika juga menjadi banyak penyebab orang-orang positif HIV/AIDS. Penggunaan jarum suntik, transfusi darah, hingga keturunan dari ibu yang HIV/AIDS kepada anaknya juga menjadi faktor lainnya.

“Narkotika juga banyak banget, perilaku ingin mencoba, di Jakarta masih menjadi masalah serius, terus ibu yang terinfeksi ke bayinya, transfusi darah, abis itu suntikan jarum,” jelas Prof. Zubairi Djoerban.

Meski demikian, Prof. Zubairi Djoerban menjelaskan, ketika mengalami HIV/AIDS bukan berarti tidak ada masa depan. Ia mengatakan, selagi penderita rutin mengonsumsi obat tanpa putus, dan menjaga pola hidup sehat, penderita HIV/AIDS dapat menjalani kehidupannya secara normal.

baca juga

Namun, jika penderita justru putus mengonsumsi obat, hal tersebut yang membuat bahaya sehingga menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

“HIV AIDS ini bisa ditata dengan manajemen yang baik, sekarang pasien dapat berobat dan obatnya tidak mahal. Intinya jangan sampai putus obat, agar tidak sakit lagi, bahkan beberapa bisa fit kembali,” jelasnya.

Namun bila putus obat itu, Prof. Zubairi Djoerban mengatakan bisa bahaya bagi pasien meski tidak selalu fatal. "Tetapi kalau gagal itu bisa juga berbahaya,” pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Blak-blakan Jelaskan Heboh HIV di Bandung Tembus 10.700 Kasus

Kemenkes Blak-blakan Jelaskan Heboh HIV di Bandung Tembus 10.700 Kasus

Health | Selasa, 30 Agustus 2022 | 11:38 WIB

7 Cara Penularan HIV AIDS yang Paling Umum, Waspadai!

7 Cara Penularan HIV AIDS yang Paling Umum, Waspadai!

Health | Senin, 29 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Waspada! Cermati Ciri-ciri HIV AIDS Penyakit Berbahaya yang Ditakuti

Waspada! Cermati Ciri-ciri HIV AIDS Penyakit Berbahaya yang Ditakuti

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:40 WIB

Terkini

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:37 WIB

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:36 WIB

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Bali | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

Lampung | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:32 WIB

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:30 WIB

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

Kaltim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:27 WIB

5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging

5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:25 WIB

Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite

Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite

Kalbar | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:24 WIB

Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik

Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:23 WIB

×