Tanya Dokter: Orang Tua Tidak Ada Riwayat Alergi, Kenapa Anak Bisa Mengalaminya, Dok?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 09:03 WIB
Tanya Dokter: Orang Tua Tidak Ada Riwayat Alergi, Kenapa Anak Bisa Mengalaminya, Dok?
Ilustrasi alergi pada anak. [Shutterstock/GOLFX]

Suara.com - Alergi termasuk penyakit yang sering terjadi pada bayi. Biasanya disebabkan karena udara kotor maupun cuaca. Kondisi itu sebenarnya umum terjadi pada bayi karena sistem kekebalan tubuhnya belum berfungsi optimal.

Itu sebabnya bayi tetap rentan alami alergi, meskipun orangtuanya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Pada artikel tanya dokter kali ini, dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon akan menjawab seputar alergi pada bayi juga cara penanganannya.

Alergi biasanya ada faktor keturunan, tapi bayi masih bisa terkena alergi meskipun orangtuanya tidak ada riwayat penyakit tersebut, dok?

Ilustrasi reaksi alergi makanan (pixabay)
Ilustrasi reaksi alergi makanan (pixabay)

Keturunan itu hanya faktor risiko. Jadi orang tua yang punya bakat alergi, anaknya berisiko lebih besar untuk terjadinya alergi. Tapi anak dengan orang tua yang tidak punya bakat alergi pasti beradaptasi juga. Kaya kita lagi travelling ke luar negeri yang lebih dingin pasti hidungnya agak mampet, itu juga bisa sebetulnya. 

Apakah alergi pada bayi bisa disembuhkan agar tidak terjadi lagi saat ia dewasa?

Bukan bisa sembuh, kita harus lakukan tes alergen untuk tahu kita sebetulnya alergi apa. Tapi seiring bertambahnya waktu, kalau bisa menghindari alergen, itu bisa berkurang karena sistem imun lebih matang. Semakin besar, sistem imun akan semakin matang.

Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua saat bayi alami alergi?

Kalau mencegah alergi udara kotor yang jelas pastikan rumah bebas asap rokok, itu kuncinya. Polusi udah tinggi, ditambah perokok banyak, itu jelas menambah asap di sekitar anak. 

Kedua, kalau pakai kipas angin atau AC jangan lupa dibersihkan secara berkala. Karena kita negara tropis, gak dipakai pun tahu-tahu ada debu nempel. 

Ketiga, bersihkan rumah dari debu. Kalau beberapa orang suka taruh kasurnya di lantai karena takut anaknya jatuh, jangan lupa kasur harus sering dibersihkan secara berkala.

Kalau alergi udara dingin, kita atur suhu ruangan supaya lebih nyaman, berikan anak pakaian lebih tebal. Kalau udara panas ini yang sering di negara tropis banyak keringatan kita atur suhu ruangan lebih nyaman. Kalau keringetan langsung ganti baju atau mandi kalau perlu. Bajunya juga pakai yang longgar dan nyaman. Bahannya katun, yang menyerap keringat.

Kalau kita raba, anak sudah berkeringat atau lembab, dilap dulu pakai handuk yang dibasahi dengan air dingin, jangan malah kain hangat. Atau jangan lupa di ruangan ber-AC terus karena anak juga keringetan nanti gak notice karena keringatnya gak sempat keluar. 

Memandikan anak saat sedang berkeringat apa tidak menyebabkan ia panuan, dok?

Panuan itu kalau ngelapnya gak bersih. Jadi cukup diseka (lap dengan kain basah) saja sudah cukup. Jangan pakai tisu basah, pakai handuk yang dibasahi dengan air. 

Punya pertanyaan seputar kesehatan, diet, hingga urusan ranjang? Suara.com bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Tulis pertanyaan Anda di kolom komentar, untuk bisa dijawab oleh pakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbeda, Ciri Batuk Alergi dengan Batuk Biasa

Berbeda, Ciri Batuk Alergi dengan Batuk Biasa

| Kamis, 15 September 2022 | 07:45 WIB

Perhatikan Lem Ekstensi Bulu Mata yang Digunakan, Bisa Sebabkan Alergi

Perhatikan Lem Ekstensi Bulu Mata yang Digunakan, Bisa Sebabkan Alergi

Lifestyle | Kamis, 15 September 2022 | 07:30 WIB

Bayi Sering Menangis, Begini Cara Terbaik untuk Menenangkannya

Bayi Sering Menangis, Begini Cara Terbaik untuk Menenangkannya

| Kamis, 15 September 2022 | 07:38 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB