Bahaya Banget! Ilmuwan Temukan Kandungan Mikroplastik Pada Air Susu Ibu

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 13 Oktober 2022 | 11:31 WIB
Bahaya Banget! Ilmuwan Temukan Kandungan Mikroplastik Pada Air Susu Ibu
ilustrasi ibu menyusui, air susu ibu, ASI. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan di dunia menemukan adanya kandungan mikroplastik dalam ASI alias air susu ibu untuk pertama kalinya. Para peneliti kemudian mencari tahu lebih lanjut terkait dampak kesehatan pada bayi.

Bagaimana pun juga, bayi sangat rentan terhadap kontaminan kimia dan para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan. Tetapi mereka menekankan bahwa menyusui tetap menjadi cara terbaik untuk memberi makan untuk bayi.

Ilustrasi ibu menyusui, ASI, air susu ibu. (freepik)
Ilustrasi ibu menyusui, ASI, air susu ibu. (freepik)

Penelitian itu mengambil sampel ASI dari 34 ibu sehat yang baru satu minggu setelah melahirkan di Roma, Italia. Mikroplastik terdeteksi pada 75 persen di antara ibu tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Polymers itu menemukan mikroplastik yang terdiri dari polietilen, PVC, dan polipropilen, yang semuanya ditemukan dalam kemasan.

Para peneliti tidak dapat menganalisis partikel yang lebih kecil dari 2 mikron dan partikel plastik yang lebih kecil kemungkinan ada. Sampel ASI dikumpulkan, disimpan dan dianalisis tanpa menggunakan plastik dan sampel kontrol juga diproses untuk menyingkirkan kontaminasi.

“Kami ingin menyarankan wanita hamil untuk menghindari makanan dan minuman yang dikemas dalam plastik, kosmetik, dan pasta gigi yang mengandung mikroplastik. Juga pakaian yang terbuat dari kain sintetis," kata ilmuwan Università Politecnica delle Marche, di Ancona, Italia, Dr Valentina Notarstefano, dikutip dari Guardian.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan efek toksik mikroplastik pada garis sel manusia, hewan laboratorium, dan satwa liar laut. Tetapi dampaknya pada manusia yang masih hidup masih belum diketahui.

Plastik sering mengandung bahan kimia berbahaya, seperti ftalat, yang telah ditemukan dalam ASI sebelumnya. Para ilmuwan mencatat hal itu akibat konsumsi makanan dan minuman ibu dalam kemasan plastik dan makanan laut, serta penggunaan produk kebersihan pribadi yang mengandung plastik.

Tetapi mereka tidak menemukan itu terhadap korelasi dengan keberadaan mikroplastik. Ini menunjukkan keberadaan mikroplastik ada di setiap lingkungan.

baca juga

"Membuat paparan manusia tak terhindarkan," kata para peneliti.

Penelitian dengan jumlah responden lebih banyak di masa depan dapat mengidentifikasi faktor risiko tertentu.

Sebelumnya, tim Italia mengidentifikasi adanya mikroplastik dalam plasenta manusia pada tahun 2020.

“Jadi bukti keberadaan mikroplastik dalam ASI meningkatkan kepedulian kami terhadap populasi bayi yang sangat rentan,” kata Notarstefano.

Ia menambahkan bahwa sangat penting untuk menilai cara mengurangi paparan kontaminan selama kehamilan dan menyusui. Tetapi harus ditekankan bahwa manfaat menyusui jauh lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkan oleh mikroplastik yang mencemari.

"Studi seperti kami tidak boleh mengurangi pemberian ASI pada anak-anak, tetapi malah meningkatkan kesadaran publik untuk menekan politisi agar mempromosikan undang-undang yang mengurangi polusi," tegasnya.

Penelitian terbaru lainnya mengungkapkan bahwa bayi yang diberi susu botol cenderung menelan jutaan mikroplastik setiap hari dan susu sapi dapat mengandung mikroplastik.

Sejumlah besar sampah plastik dibuang ke lingkungan dan mikroplastik mencemari seluruh planet, bahkan hingga puncak gunung tertinggi di dunia, Everest, hingga lautan terdalam.

Orang mengonsumsi partikel kecil melalui makanan dan air serta menghirupnya. Mikroplastik juga telah ditemukan di kotoran bayi dan orang dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable

Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Aspal Plastik Diklaim Lebih Unggul, Benarkah Lebih Aman Bagi Lingkungan?

Aspal Plastik Diklaim Lebih Unggul, Benarkah Lebih Aman Bagi Lingkungan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:06 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat

Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:43 WIB

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

5 Rekomendasi Pompa ASI Elektrik yang Nyaman dan Lembut, Nggak Bikin Sakit saat Pumping

5 Rekomendasi Pompa ASI Elektrik yang Nyaman dan Lembut, Nggak Bikin Sakit saat Pumping

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 11:39 WIB

Paper Cup Berlabel Biodegradable Tetap Bisa Lepaskan Mikroplastik, Kok Bisa?

Paper Cup Berlabel Biodegradable Tetap Bisa Lepaskan Mikroplastik, Kok Bisa?

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:56 WIB

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:50 WIB

2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan

2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:15 WIB

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 19:08 WIB

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:05 WIB

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 19:03 WIB

×