Semakin Tua Usia Jumlah Dokter yang Dibutuhkan Bisa Jadi Lebih Banyak, Kenapa Begitu?

Rabu, 26 Oktober 2022 | 09:34 WIB
Semakin Tua Usia Jumlah Dokter yang Dibutuhkan Bisa Jadi Lebih Banyak, Kenapa Begitu?
Ilustrasi lansia. [Foto: Antara]

Suara.com - Penanganan medis pasien lanjut usia (lansia) ternyata berbeda dengan pasien yang usianya lebih muda. Pasien lansia atau geriatri bisa jadi membutuhkan lebih banyak ahli medis untuk menangani penyakitnya. 

Dokter spesialis penyakit dalam Klinik Geriatri RSU Bunda dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD., menjelaskan bahwa pasien lansia kebanyakan memiliki lebih dari satu komorbid atau penyakit penyerta. Itu salah satu sebab penangannya jadi butuh lebih banyak dokter.

"Biasanya murtiple komorbidity dan terkait penyakit generatif atau penuaan, seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, keganasan kanker, dan penyakit generatif lainnya. Sehingga butuh penanganan bermacam dokter dan pendekatannya interdisiplin bukan multiple disiplin yang tidak ada komuniaksi antar spesialis," jelas dokter Abdaly beberapa waktu lalu. 

Ilustrasi caregiver pasien kanker. (Pexels)
Ilustrasi caregiver pasien kanker. (Pexels)

Selain itu, cadangan daya tahan tubuh pasien lansia umumnya telah menurun karena faktor usia. Sehingga, butuh waktu dan usaha lebih lama bila ada fungsi organ yang bermasalah. 

"Berikutnya juga pasien geriatri karakteristik klinisnya tidak jelas. Mungkin pasien datang hanya dengan keluhan tidak mau makan, tapi ternyata setelah diperiksa ada infeksi," imbuh dokter Abdaly.

Bila sudah begitu, obat-obatan yang perlu dikonsumsi juga makin banyak. Di sisi lain,  lansia juga kerap alami masalah gizi akibat tidak mau makan. Sehingga perlunya diskusi antara ahli gizi juga polifarmasi agar obat-obatan tersebut tidak penyebabkan gangguan nutrisi berkelanjutan.

Selain perbedaan karakteristik, lanjut dokter Abdaly, pemeriksaan pasien geriatri dibutuhkan pengkajian paripurna dan asesmen lengkap untuk menilai semua aspek. Sehingga, saat pasien konsultasi dengan dokter tidak hanya akan ditanyakan seputar keluhan sakitnya, tapi juga riwayat aktivitas sehari-hari dan keluarga yang mendampingi.

"Misalnya tinggal sama siapa, aktivitas sehari-hari seperti apa, status fungsional kegiatan harian gimana, apakah bisa mandi sendiri atau dibantu, apakah makan disuapin  pakai baju perlu dikancingkan, itu gimana nanti ada skornya," jelas dokter Abdaly.

Memastikan status fungsional itu untuk mengetahui tingkat ketergantungan pasien dalam aktivitas sehari-hari juga status nutrisinya. Bahkan bisa juga kondisi psikis lansia, sehingga dalam oengobatannya kerap diperlukan juga psikiater maupun psikolog.

Baca Juga: Cegah Gangguan Ginjal Akut Misterius, Orangtua Diminta Tak Pakaikan Popok Saat Anak Demam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI