Tanya Pakar: Mental Sehat Itu Seperti Apa, Sih?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 03 November 2022 | 14:08 WIB
Tanya Pakar: Mental Sehat Itu Seperti Apa, Sih?
Ilustrasi depresi.(Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Kesadaran akan mental yang sehat seolah makin jadi perhatian banyak orang, terutama di kalangan anak-anak muda. 

Tapi apa dan bagaimana sih mental yang sehat itu? Benarkah berarti selalu merasa bahagia tanda mental sudah sehat?

Umtuk menjawab itu, suara.com mewawancarai seorang terapis dan pakar kesehatan mental Askarina Daniswari. Pada artikel tanya ahli berikut ini akan dijelaskan tanda mental yang sehat serta cara meweujudkannya.

Seperti apa mental yang sehat?

Ilustrasi Depresi (pexels/Liza Summer)
Ilustrasi Depresi (pexels/Liza Summer)

Mental sehat itu sesimpel mental yang seimbang. Mungkin masih banyak yang belum tahu apa sih mental yang seimbang itu. Kalau kita punya keseimbangan emosi, berarti kita sangat paham akan kondisi emosi kita. Karena kita akan senantiasa marah, senang, sedih, kecewa. Ketika kita punya mental yang sehat, kita nggak takut sama hal-hal itu. 

Jadi bukan berarti mental yang sehat itu kalau kita nggak boleh marah. Marah itu boleh sekali, tapi karena kita nggak menyadari marah kita sampai seberapa, itu yang harus disadari.

Misalnya, kita lagi di restoran, pesannya apa terus yang datang salah. Kita berhak untuk marah, tapi apakah kita harus marah sampai teriak-teriak di restoran? Itu kan nggak bener. Kembali lagi, menyadari kalau pelayannya juga manusia yang tidak luput dalam kesalahan. Kita pasti akan, 'Mas ini gimana sih, ini salah lho'. Tapi, nggak semua menyadari hal itu. Orang merasa kadang-kadang, 'itu kan kerjaan lo'. 

Tapi ketika kita punya emosi yang seimbang, marahnya lebih tenang, itu selesai, nggak akan memendam rasa sakit hati sampai nggak mau ke restoran itu lagi.

Apakah setiap emosi apa pun memang harus dikeluarkan?

Harus dikeluarkan itu bener, emosi harus diekspresikan. Tapi kembali lagi bukan berarti ekspresikan emosi kita tiba-tiba, 'kata terapis gue, gue harus ekspresikan emosi. Jadi gue mau marah-marah ke semua orang di kantor', gak gitu.

Ketika kita sedih, silakanlah sedih. Ketika kecewa, silakan kecewa. Tapi harus tahu itu ada terjadi dalam tubuh kita. Penerimaan terhadap apa yang terjadi itu juga harus ada.

Apabila emosi bahagia, bolehkan diekspresikan berlebihan?

Kadang kan orang overly positif, overly negatif, emosi yang seimbang tidak seperti itu.

Misalnya, sekarang lagi rame flexing. Orang mikirnya ini kan duit-duit gue, suka-suka gue dong yang punya. Tapi ketika kembali lagi, tergantung kalau followers-nya yang suka ya pasti senang. Tapi kalau misalnya kita punya emosi yang seimbang dia akan menyadari bahwa tujuan gua untuk apa sih, untuk ngasih tahu gua berhasil supaya orang juga termotivasi atau semua orang sudah tahu kalau gua itu kaya raya. 

Itu sebetulnya cara mereka untuk mengekspresikan emosi. Yang bereaksi itu yang menilai kalau itu flexing. Ketika saya bilang flexing banget sih, berarti kan saya tidak suka ketika orang itu pamer. Tapi ketika saya netral, nggak akan terusik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Mental, 5 Hobi Membaca Ini Juga Sangat Baik untuk Menyehatkan Fisik

Tak Hanya Mental, 5 Hobi Membaca Ini Juga Sangat Baik untuk Menyehatkan Fisik

Your Say | Kamis, 03 November 2022 | 12:12 WIB

Lakukan 10 Tips Ini, Hidupmu Pasti Lebih Bahagia

Lakukan 10 Tips Ini, Hidupmu Pasti Lebih Bahagia

Your Say | Kamis, 03 November 2022 | 11:58 WIB

3 Mitos terkait Gangguan Bipolar dan Fakta Sebenarnya

3 Mitos terkait Gangguan Bipolar dan Fakta Sebenarnya

Your Say | Rabu, 02 November 2022 | 13:24 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB