Bukan Lagi Mengobati Orang Sakit, Dekan FKUI Bocorkan Tantangan ke Depan yang Harus Siap Dihadapi Calon Dokter

Jum'at, 04 November 2022 | 11:14 WIB
Bukan Lagi Mengobati Orang Sakit, Dekan FKUI Bocorkan Tantangan ke Depan yang Harus Siap Dihadapi Calon Dokter
Ilustrasi dokter, calon dokter, tenaga kesehatan. (Pixabay/sammy sander)

Suara.com - Seiring bermunculan penyakit baru, salah satunya Covid-19, tenaga kesehatan pun memiliki tantangan baru dalam menjalankan tugasnya. Kini, calon dokter tidak boleh hanya tahu bagaimana mengobati orang sakit.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) prof. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., mengungkapkan bahwa para mahasiswa kedokteran harus bisa menjawab tantangan kesehatan di masa depan, terutama dalam hal genom atau materi genetik yang tersusun dari DNA.

"Kita berharap memang para calon dokter, calon spesialis, subspesialis, maupun peneliti kita harus melihat bahwa ke depan kita akan bermain di tingkat genom," kata prof Ari usai acara Dr. Radjak FKUI Award di aula FKUI, Salemba, Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) prof. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., (Lilis/Suara.com)
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) prof. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., (Lilis/Suara.com)

Tantangan baru itu juga telah dilirik oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Itu sebabnya Kemenkes RI saat ini juga sudah memiliki Biomedical & Genome Science Initiative (BGSi) di Gedung Eijkman RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

BGSi menjadi program inisiatif nasional pertama yang dibuat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengembangkan pengobatan yang lebih tepat kepada masyarakat.

Caranya, dengan mengandalkan teknologi pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen, seperti virus dan bakteri atau bisa disebut dengan Whole Genome Sequensing (WGS).

"Jadi ke depan itu memang kita bukan lagi bicara orang sakit diobati, tapi bagaimana orang mencegah di tingkat gen yang kita obati. Jadi sudah lebih maju lagi," tuturnya

Di FKUI, lanjut prof Ari, pengetahuan terkait genom tersebut telah diajarkan sejak tingkat mahasiswa strata 1 atau S1. Perkembangan ilmu kedokteran itu bertujuan untuk menghilangkan salah satu genetik yang memang rusak sejak lahir. Agar tidak berkembang jadi penyakit di kemudian hari.

"Segala macam itu kita ajarkan ke peneliti Indonesia. Oleh karena itu kami tidak ingin jago sendiri. Semua orang bisa belajar di sini. Apa yang kita mampu, kita bagikan kepada peneliti lain di Indonesia bahkan peneliti luar pun belajar di sini. Jadi mestinya peneliti lokal pun juga belajar di sini," pungkasnya.

Baca Juga: Cara Atasi Detox Lemak dan Perut Buncit dengan Chia seeds ala Resep Dokter Zaidul Akbar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI