Sudah Beda loh Bun! Ketahui Pedoman Makan Isi Piringku, Bedanya Apa Sama 4 Sehat 5 Sempurna?

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Minggu, 20 November 2022 | 17:22 WIB
Sudah Beda loh Bun! Ketahui Pedoman Makan Isi Piringku, Bedanya Apa Sama 4 Sehat 5 Sempurna?
Isi piringku (Dok. Istimewa)

Suara.com - Berbicara mengenai makanan sehat, pasti yang tergambar dari pikiran para bunda yaitu 4 sehat 5 sempurna.  Menu makan ini menjadi pedoman untuk memberikan gizi seimbang kepada anak-anaknya.

Namun, tahukah sebenarnya pedoman menu makanan gizi seimbang saat ini sudah berbeda? Saat ini konsep pola makan sehat yang telah diterapkan dan disarankan Kementerian Kesehatan yaitu menu Isi Piringku.

Seorang Food Aficionado, Maria Stephanie, M. Phil mengatakan, makanan yang sehat dapat diketahui dari kandungan di dalamnya. Jika kandungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik, maka itu menjadi makanan bergizi seimbang.

Makan makanan bergizi (Unsplash.com/Anna Pelzer)
Makan makanan bergizi (Unsplash.com/Anna Pelzer)

“Makanan sehat dan bergizi seimbang adalah makanan yang mengandung zat-zat dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh seseorang, berdasarkan usia, aktivitas fisiknya, dan juga kondisi kesehatan, seperti apakah memiliki penyakit, alergi, dan lain-lain,” ucap Maria dalam acara GROWING 2022, Minggu (20/11/2022).

Maria mengatakan, saat ini yang dijadikan pedoman untuk memenuhi kebutuhan gizi yaitu Isi Piringku dibandingkan 4 Sehat 5 Sempurna. Namun, apa bedanya kedua pola makan satu ini? berikut penjelasannya.

4 Sehat 5 Sempurna

Pedoman 4 Sehat 5 Sempurna pertama kali dibuat pada 1959 oleh Prof. Poorwo Soedarmo. Untuk pedoman ini juga terbagi dua, yaitu sebelum dan sesudah zaman orde baru.

1. Versi original

Untuk versi orginal, 4 sehat terbagi menjadi beberapa bagian, karbohidrat (nasi, umbi, jagung, talas), lauk pauk (ayam, ikan, daging sapi, telur, tahu, tempe), sayuran (bayam, sayur asem, daun singkong, dan lain lain), serta buah-buahan (pepaya, mangga, pisang, jambu, dan lain-lain). Sementara itu, untuk pelengkap 5 sempurna terdapat susu, tempe, sayuran, ikan, dan lainnya.

2. Versi orde baru

Pada versi orde baru, sedikit terdapat perubahan dalam menu yang disajikan. Untuk bagian 4 sehat di karbohidrat ada (nasi, roti, umbi, gandum, singkong, jagung), lauk pauk (ayam, daging, telur, makanan laut, tahu, tempe), sayuran (bayam, kangkung,brokoli, wortel, dan lain-lain), buah-buahan (pepaya, pisang, mangga, jambu, dan lain-lain. Sementara untuk pelengkap 5 sempurna yaitu ada susu.

Isi Piringku

Untuk Isi Piringku, pada hal ini terbagi menjadi empat bagian, makanan pokok, lauk pauk, buah-buahan, dan sayuran. Pada pedoman satu ini nantinya akan dibagi berdasarkan jumlah persentase kandungan di dalamnya.

Selain itu, untuk susu bukan lagi sebagai penyempurna. Susu masuknya ke opsi lauk pauk atau sumber protein.

Pedoman persentase isi piringku juga berbeda-beda tergantung usia. Hal ini karena kandungan yang dibutuhkan anak-anak dan orang dewasa juga berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Pentingnya Menyiapkan Bekal Anak oleh Ibu Menurut Pakar Gizi

Begini Pentingnya Menyiapkan Bekal Anak oleh Ibu Menurut Pakar Gizi

| Minggu, 20 November 2022 | 08:33 WIB

Turun 1,8 Persen, Dinkes Purwakarta Klaim Berhasil Turunkan Angka Stunting

Turun 1,8 Persen, Dinkes Purwakarta Klaim Berhasil Turunkan Angka Stunting

| Selasa, 15 November 2022 | 13:54 WIB

Isi Piringku, Pedoman Makan Gizi Seimbang Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

Isi Piringku, Pedoman Makan Gizi Seimbang Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna

Health | Minggu, 13 November 2022 | 12:29 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB